Suara.com - Joko Widodo (Jokowi) mendapat kunjungan kejutan di kediamannya, di Solo, Jumat (13/12/2024) lalu. Jokowi menyambut tamu spesial yakni James Riady, sosok konglomerat kaya raya yang punya kepemilikan Lippo Group.
James juga turut mengajak keluarga besarnya, termasuk sang ayah yakni Mochtar Riady dan sang anak John Riady.
Keluarga Riady telah dikenal di masyarakat Tanah Air sebagai salah satu pebisnis besar yang menguasai pasar dan perekonomian.
Tak cukup di situ, Keluarga Riady masuk ke daftar anggota 9 Naga, perkumpulan para konglomerat kondang Tanah Air.
Berikut profil dari masing-masing anggota keluarga Riady dari Mochtar, James, dan John Riady.
Mochtar Riady
Mochtar Riady merupakan sosok yang meletakkan pondasi kekayaan di Keluarga Riady.
Pria bernama asli Lie Moe Tie tersebut lahir di Kota Malang, Jawa Timur pada masa pemerintahan Hindia Belanda, tepatnya pada 12 Mei 1929.
Orang tua Mochtar Riady adalah seorang perantau dari Fujian, Tiongkok. Keduanya berlayar ke Indonesia dan memutuskan untuk berdagang batik.
Mochtar sempat berjuang dalam Perang Kemerdekaan Indonesia pada awal pendirian Republik Indonesia dan sempat ditangkap oleh Belanda.
Baca Juga: Mochtar Riady Orang Terkaya ke Berapa? Bos Lippo Group Sowan ke Rumah Jokowi
Begitu bebas, Mochtar memilih untuk belajar di Universitas Nanking dan akhirnya tinggal di Hongkong.
Ayah James Riady ini akhirnya memilih pulang ke Indonesia dan menggunakan pengetahuan yang ia kumpulkan untuk berkarier.
Ia memulai kariernya sebagai pebisnis di Bank Buana dan berhasil menyelamatkan bank tersebut yang saat itu terdampak Krisis Moneter.
Mochtar lalu membangun Lippo Group dengan harta yang ia memiliki dan akhirnya bisa membesarkan perusahaan tersebut dari nol.
James Riady
Mochtar Riady dianugerahi dengan enam orang anak dari pernikahannya dengan Suryawati Lidya.
Salah satu anak Mochtar yakni James Riady yang melanjutkan sejarah Lippo Group.
Sosok tamatan University of Melbourne ini tampak dekat dengan berbagai politisi dunia, seperti mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton.
James juga kerap menjalin hubungan dengan perusahaan di luar negeri. Ia sempat bekerja sama dengan Khazanah Nasional Berhad milik pemerintah Malaysia untuk melepaskan saham mayoritas di Bank Lippo.
Uniknya, James Riady juga belajar teologi di luar dunia bisnis. Ia banyak menyumbangkan kekayaannya untuk membantu berbagai yayasan Kristen. James juga adalah salah satu tokoh penting yang membantu pendirian Universitas Pelita Harapan (UPH).
John Riady
Kepemimpinan Lippo Group kini berada di tangan putra James Riady, yakni John Riady.
John yang kini berusia 39 tahun tersebut menjabat sebagai CEO Lippo Karawaci dan Direktur Lippo Group. Ia melanjutkan kiprah sang ayah dalam membesarkan Lippo Group.
Namun selain menjadi seorang pengusaha, John juga merupakan sosok yang peduli dengan isu-isu sosial. Pria kelahiran 5 Mei 1985 ini sempat terlibat dalam World Economic Forum.
Ketertarikan John dalam isu-isu sosial dan politik bukan sebuah hal yang mengherankan, sebab ia adalah lulusan jurusan Filsafat Politik dan Ekonomi di Georgetown University, Wharton School of Business.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
AHY Auto Ketawa saat Ditanya Minat atau Tidak Ajak Jokowi ke Demokrat usai Dipecat PDIP, Kenapa?
-
Menilik Makna di Balik 'Baju Dinas' Hitam Putih Jokowi, Dipakai Ketemu Taipan hingga Kunjungi Mal
-
Arti Tersembunyi di Balik Lukisan Jokowi Saat Terima Kunjungan Keluarga Riady
-
Diawali Teriakan 'Merdeka', PDIP Akhirnya Umumkan Pecat Jokowi, Gibran dan Bobby Nasution dari Partai
-
Habis Dikunjungi Bos Lippo, Momen Jokowi Ajak Cucu ke Senayan Park Tuai Sorotan Netizen: Paham Kan?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Perempuan UMKM Harus Berani Naik Kelas, Belajar Branding hingga Strategi Bisnis
-
Cara Mencari Diagonal Belah Ketupat Jika Diketahui Luasnya