Suara.com - Kontroversi ceramah Gus Miftah seolah tak henti menuai perbincangan. Kali ini penceramah bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu diduga menyindir Ustaz Maulana.
Di salah satu ceramahnya yang diunggah oleh akun TikTok @/indraaa461, Miftah memang tak menyebutkan nama. Namun Miftah menyebutkan salam yang identik dengan Ustaz Maulana, yakni menyapa para jemaahnya dengan "Jamaaah... oh, jamaah..."
"Itu idolanya orang-orang zaman sekarang seperti itu," kata Miftah lalu kembali menirukan gaya sang ustaz, seperti dikutip pada Selasa (17/12/2024).
"Apa pantas kalau kiai NU diminta pecicilan seperti itu?" imbuhnya, masih dengan bahasa Jawa. "Enggak pantas. Masa menjelaskan di TV dengan (gaya) pecicilan? Ya nggak pantas."
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji tersebut, itulah alasan mengapa banyak kiai dari Nahdlatul Ulama tidak berdakwah di televisi sebagaimana dilakukan Ustaz Maulana.
"Kenapa? (Karena) malu, mau mengaji saja kok diatur-atur," tandas Miftah.
Namun tentu saja pernyataan Miftah ini semakin membuatnya menjadi bulan-bulanan warganet. Dilihat di kolom komentar, banyak yang mengkritik Miftah balik dan menilai Ustaz Maulana lebih santun dalam berdakwah.
"Setidaknya ustad Maulana tidak pernah menghina orang, dia lebih santun," puji warganet. "Yang saya tau Pa ustadz Maulana ga pernah menghina siapa pun, saya suka ceramah pa ustadz Maulana, menyampaikan tanpa merendahkan," komentar yang lainnya.
Diduga pernah disentil oleh Miftah, ulama bernama lengkap Ustaz Nur Maulana itu diketahui merupakan salah satu pendakwah dengan bayaran besar di Indonesia.
Baca Juga: 3 Dai yang Diduga Pernah Diolok-olok Gus Miftah, Ada yang Disebut Pecicilan
Ustaz Maulana juga kerap diundang oleh tokoh-tokoh publik kenamaan Tanah Air, salah satunya memandu acara pengajian tasyakuran 4 bulanan kehamilan Erina Gudono bulan Mei 2024 silam.
Konon Ustaz Maulana bisa mengantongi hingga Rp25 juta untuk satu kali tampil berceramah di televisi. Namun Ustaz Maulana dikabarkan tidak mematok tarif apabila datang ke acara tertentu.
Di sisi lain, Ustaz Maulana juga pernah menyatakan bahwa memasang tarif untuk berdakwah hukumnya haram.
"Saya adalah dai pesantren. Saat berdakwah saya diharamkan untuk memasang tarif. Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa berdakwah," ungkap Ustaz Maulana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kuota Internet Adalah Hak Milik! MK Wajibkan Operator Sediakan Opsi 'Anti-Hangus'
-
BGN Bongkar Pelanggaran SOP MBG, Dapur Kedapatan Memasak Terlalu Cepat
-
6 Sepatu Jalan dengan Desain Unik yang Tidak Pasaran, Nyaman Dipakai Seharian
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Hari Ini Naik: Antam Menguat, UBS Paling Tinggi
-
Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Apa Tema Hari Pramuka 2026? Ini Makna dan Filosofi Logo Resminya
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII
-
Fenomena 'Makan Tabungan', Potret Rapuhnya Ketahanan Kelas Menengah