"Tidak perlu negara turun tangan melakukan pembredelan," lanjutnya.
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti memberikan tanggapan yang cukup singkat terkait nasib lukisan-lukisan Yos Suprapto terkini.
Sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan itu tak menyoroti duduk perkara terkait kenapa lukisan Yos Suprapto dicopot.
Ia cukup menegaskan bahwa lukisan tersebut sebaiknya kembali ke tangan sang pelukis.
“Bila tidak boleh pameran, seharusnya lukisannya dikembalikan ke pelukisnya toh,” kata Susi via cuitan di X.
Rocky Gerung
Akademisi Rocky Gerung ikut hadir dalam polemik lukisan Yos Suprapto dengan kritikannya yang terkenal pedas.
Dosen kelahiran Manado teresbut menyoroti sosok yang turut ambil andil dalam pembredelan lukisan Yos Suprapto, yakni Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Rocky menilai bahwa Fadli Zon seharusnya tak sependapat dengan kurator yang mencopot lukisan Yos Suprato atas alasan terlalu vulgar.
Lebih lanjut, mantan dosen Universitas Indonesia ini menilai ada ketakutan di dirinya untuk memberikan pendapatnya yang sesungguhnya.
Baca Juga: Dari GalNas ke Yogya: Kisah Pilu Di Balik Pembatalan Pameran Yos Suprapto
"Karena sayang sekali bahwa ada kemampuan Fadli Zon untuk menerangkan kedudukan seni dalam peradaban manusia, tapi dia seolah-olah dibayang-bayangi oleh ketakutan dia sendiri yang seharusnya bebas dia ucapkan sebagai Menteri Kebudayaan," ujar Rocky.
Yos Suprapto
Terakhir, kritikan pedas datang dari sosok pelukis dari karya yang ditampilkan di “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” yaitu Yos Suprapto sendiri.
Tentu sebagai sang seniman, Yos Suprapto kecewa dengan aksi kurator sekaligus keputusan Fadli Zon.
Seniman kelahiran Surabaya ini mengkritisi bahwa Fadli Zon tak paham soal bahasa seni jika ia menilai tendensi politik dalam luk
"Kalau Fadli Zon mengatakan itu adalah ungkapan politik yang tendensius, berarti dia tidak paham dengan bahasa seni atau budaya," terang Yos saat menggelar jumpa pers dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Sabtu (21/12/2024).
Ia juga akan mengambil langkah hukum jika publik dan dirinya tak bisa mengakses lukisan-lukisan tersebut.
"Kalau masyarakat luas tidak bisa mengakses pameran saya dan bahkan saya sendiri tidak bisa masuk, lebih baik saya akan menggunakan pendekatan hukum," ujar Yos dalam keterangan terpisah.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak