Suara.com - SMA Kemala Taruna Bhayangkara membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026. Sekolah ini milik Polri yang pengelolaannya bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI).
Irwasum Polri Komjen Dedy Prasetyo mengatakan, sasaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara adalah para pelajar SMP kurang mampu yang memiliki prestasi akademik.
"Kami mencari putra-putri bangsa yang kurang mampu tapi memiliki catatan-catatan prestasi akademik yang baik," ujar Dedy Prasetyo, Jumat (27/12/2024).
SMA Kemala Taruna Bhayangkara menerapkan kurikulum internasional IB (International Baccalaureate) yang dipadukan dengan sistem boarding school.
Para siswa akan tinggal di asrama yang didukung fasilitas terbaik untuk memastikan mereka mendapatkan pendidikan holistik. Sekolah ini gratis dengan beasiswa penuh.
Lulusan sekolah ini dipersiapkan untuk melanjutkan ke 100 universitas terbaik dunia, Akademi Kepolisian (Akpol), maupun sekolah kedinasan lainnya.
Jadwal PPDB
Pada tahun ajaran 2025/2026, SMA Kemala Taruna Bhayangkara membuka kuota bagi 120 orang. Pendaftaran dibuka mulai 27 Desember 2024 hingga 22 Januari 2025, melalui Polsek, Polres/Polrestabes, atau SDM Polda terdekat.
Berikut tahapannya:
Baca Juga: Syarat Masuk SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan Dokumen yang Diperlukan
- Pendaftaran Daring mulai 27 Desember 2024 hingga 22 Januari 2025
- Seleksi Administrasi 23 Januari 2025-13 Februari 2025
- Tes akademik lokal daerah 6 Maret 2025
- Karantina Penilaian Akhir di Semarang 7-8 April 2025
- Pengumuman peserta didik terpilih 9 April 2025
Bagi yang tertarik segera daftarkan diri melalui situs resmi di kaderbangsa.foundation/ppdb. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor 0811-3800-1001.
Persyaratan Pendaftaran
1. Warga Negara Indonesia
2. Tidak sedang terikat kontrak atau kewajiban khusus dari institusi lain, misalnya beasiswa penuh dari program lain.
3. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
4. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Berita Terkait
-
Syarat Masuk SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan Dokumen yang Diperlukan
-
Liburan ke Puncak? Hindari Macet, Simak Jadwal One Way Nataru 2025
-
Kaleidoskop 2024: Metamorfosis Kurikulum Pendidikan, Hapus Jurusan di SMA Hingga Rencana Mapel AI
-
Jadwal Penutup Paruh Pertama BRI Liga 1: Laga Panas di Solo dan Bali
-
Catat Jadwal Contraflow Libur Nataru, Jangan Sampai Terjebak Macet
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Pemberantasan Tramadol Ilegal, Dedi Mulyadi Minta Aparat dan Warga Bergerak Bersama
-
Sering Kita Lakukan, 7 Hal Sederhana Ini Ternyata Ciri Khas Orang Indonesia Asli
-
Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC
-
Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng
-
Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban
-
Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz
-
Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina
-
Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer
-
Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu
-
Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912