Suara.com - Pengeluaran selama bulan Ramadan seringkali lebih besar dibandingkan bulan biasa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk tradisi kuliner yang mendorong pembelian makanan khusus untuk berbuka dan sahur, serta acara sosial seperti buka puasa bersama yang memerlukan biaya tambahan.
Selain itu, kenaikan harga barang dan psikologi belanja saat lapar juga berkontribusi pada peningkatan pengeluaran. Banyak orang melaporkan bahwa mereka menghabiskan lebih banyak uang untuk kebutuhan makanan dan persiapan Lebaran, yang dapat menyebabkan kondisi "besar pasak daripada tiang" dalam keuangan.
Dalam Al-Qur'an, Allah mengingatkan agar umat-Nya tidak berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam konsumsi makanan dan minuman. Misalnya, dalam Surah Al-A'raf ayat 31, Allah berfirman:
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
Perilaku israf atau berlebih-lebihan dianggap sebagai akhlak tercela dalam Islam karena dapat membawa dampak negatif bagi individu dan masyarakat.
Tips Hemat di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan sering kali menjadi waktu di mana pengeluaran meningkat akibat kebiasaan berbuka puasa dan persiapan untuk hari raya. Berikut adalah beberapa tips untuk mengelola keuangan dan menghindari israf selama bulan suci ini:
- Rencanakan Anggaran
Buat daftar pengeluaran bulanan yang mencakup kebutuhan pokok seperti makanan dan transportasi. Dengan memiliki rencana yang jelas, Anda dapat lebih mudah mengontrol pengeluaran.
- Utamakan Kebutuhan daripada Keinginan
Fokuslah pada membeli barang-barang yang benar-benar diperlukan selama Ramadhan. Hindari pembelian barang-barang tidak penting yang hanya akan menambah beban keuangan.
- Buat Daftar Belanja
Sebelum berbelanja, buatlah daftar barang yang diperlukan untuk berbuka puasa dan sahur. Ini akan membantu mencegah pembelian impulsif.
- Belanja Secukupnya Lebih Awal
Lakukan belanja lebih awal untuk menghindari lonjakan harga menjelang lebaran. Dengan belanja lebih awal, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
Berita Terkait
-
Melihat Performa Lini Depan Timnas Indonesia Kontra Bulgaria, Bagus Tapi Belum Maksimal
-
Niat Puasa Syawal dan Senin Kamis, Apakah Boleh Menggabungkan Keduanya?
-
John Herdman Geram Ramadhan Sananta Dihujat, Samakan Eks PSM dengan Giroud
-
Ramadhan Sananta Dihujat Netizen, John Herdman Justru Samakan dengan Olivier Giroud
-
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
5 Rekomendasi Parfum Pria Isi Ulang yang Wanginya Tahan Lama
-
Bagaimana Cara agar Bibir Pink Alami? Ini 5 Produk Lip Scrub yang Bisa Membantu
-
Beda Harga BBM di Indonesia vs Iran, Bak Langit dan Bumi
-
Profil dan Pangkat 3 Prajurit TNI yang Gugur akibat Serangan Israel
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Apakah Motor Dibatasi Beli BBM? Isi Pertalite Cuma Boleh 50 Liter per Hari
-
Sejarah April Mop: Kisah di Balik Tipu Daya setiap Tanggal 1 April
-
Bagaimana Cara Membuka Pengumuman SNBP 2026? Ini Daftar Link-nya
-
10 Sunscreen Terbaik Menurut Tasya Farasya yang Wajib Kamu Coba
-
Daftar ASN yang Tidak Bisa WFH Tiap Hari Jumat, Ini Jabatan yang Dikecualikan Kemendagri