Suara.com - Nama pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman sempat menuai kecaman keras setelah menghina penjual es teh di salah satu ceramahnya. Gus Miftah bahkan sampai mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden akibat kontroversi tersebut.
Kini sudah sebulan berlalu sejak peristiwa tersebut dan Gus Miftah kembali muncul di muka publik. Dilihat di tayangan akun TikTok @/aminzein_, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji itu sempat tertangkap kamera menangis ketika kembali ke panggung dakwah Tanah Air.
"Semoga Allah terus memberikan ridloNya untuk abah agar kuat dan tetap bersabar dalam menjalani kehidupan yang kaya akan makna," tulis pemilik akun, seperti dikutip pada Selasa (7/1/2025).
Namun kembalinya Gus Miftah di hadapan publik tampaknya tetap memicu pro dan kontra, salah satunya seperti yang diperlihatkan di unggahan akun Instagram @/jshow.media. Konon video tersebut merupakan dokumentasi dari aktivitas di Pondok Pesantren Ora Aji yang dikelola oleh Gus Miftah dan istrinya, Ning Astuti.
Dalam kesempatan itu, Gus Miftah terlihat hendak membagi-bagikan uang kepada para santri. Karena itulah, Gus Miftah dan istri lalu duduk berdampingan di halaman pondok pesantren.
Setelahnya para anak didiknya berbaris untuk menerima uang dalam pecahan Rp100 ribu yang dibagikan oleh Gus Miftah. Namun untuk menerimanya, para santri dan santriwati terlihat harus berjalan jongkok atau membungkuk serta mencium tangan Gus Miftah dan istri.
Hal inilah yang kembali ramai diperbincangkan publik. Adab Gus Miftah yang seolah mengharuskan para santri untuk berjalan jongkok atau membungkuk di hadapannya menuai banyak komentar.
"Kepada orang tua wali tolong anaknya diamankan," komentar warganet. "Emang kalo jalan biasa ga boleh kah? Sama ortu sendiri ga begitu, ngapain sama orang lain begitu. Aneh," kritik warganet. "Berjalan jongkok dibayar 100? Lebih baik gua kerja capek tapi harga diri sama akal gua sehat," timpal yang lainnya.
Baca Juga: Tak Ada Sekat, Posisi Duduk Jemaah Wanita dan Pria di Kajian Gus Miftah Tuai Sorotan
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono Maklumi Guyonan Gus Miftah, Salahkan Prabowo yang Kasih Jabatan
-
Bela Gus Miftah, Charly Van Houten Salahkan Penjual Es Teh yang Lalu Lalang di Tengah Acara Pengajian
-
Peluk Erat Gus Miftah yang Menangis di Ceramah Perdana Usai Olok-Olok Penjual Es Teh, Charly Setia Band Tuai Pro Kontra
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan