Suara.com - Ikon baru Kota Samarinda, Tugu Pesut, belakangan menuai atensi warganet di X (dulu Twitter). Selain wujudnya yang mengecewakan karena dinilai tidak menyerupai Pesut Mahakam, biaya yang pembangunan tugu tersebut juga menimbulkan pro kontra, bahkan sampai dibandingkan dengan Kantor Desa Rancah, Ciamis.
"Yang atas (kantor Desa Ciamis) gambaran jika uang dipegang orang yang tepat. Kalau yang bawah (Tugu Pesut)..... ah sudahlah," demikian cuitan warganet di akun base @tanyakanrl, Senin (13/1/2025).
Kedua bangunan yang diperbincangkan dalam cuitan itu memang sangat kontras. Wujud Kantor Desa Rancah Ciamis nampak megah, terdiri dari dua lantai dan bergaya arsitektur Eropa. Kantor tersebut dominan berwarna putih serta berdiri di lahan seluas 1.000 meter persegi.
Disebutkan oleh Kepala Desa Rancah, Dedi Hidayat, pembangunan kantor desa dilakukan secara bertahap sejak 2020 oleh kepala desa sebelumnya.
Pembangunan kantor desa itu menelan dana hingga Rp2 miliar. Namun anggarannya tidak diambil dari Dana Desa, melainkan dari pendapatan asli desa.
Pedapatan asli desa itu berasal dari hasil sewa kios pedagang di Pasar Rancah selama 3 tahun. Total ada sekitar 603 kios di sana.
Sementara itu bicara soal Tugu Pesut, pembangunannya menelan biaya yang cukup fantastis. Sculpture itu dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dengan biaya sebesar Rp 1,1 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Tugu tersebut berbahan baja setinggi 8 meter dan dilapisi kabel plastik daur ulang. Desain tugu berwarna pink itu dimaksudkan untuk menggambarkan siluet Pesut Mahakam, mamalia air tawar khas Sungai Mahakam yang hampir punah.
Namun estetika tugu di ruang publik itu menimbulkan kecewa di kalangan warga setempat, karena bentuknya dinilai jauh dari menyerupai Pesut Mahakam. "Yang bertanya darimana pesutnya, orang samarinda saja bingung," komentar salah satu warganet.
Baca Juga: Menjejak Khatulistiwa: Pesona Tugu Equator di Lipat Kain, Kampar
"Dari sisi mana liat pesut nya? kok ga ada mirip miripnya dgn pesut?" sahut yang lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jennifer Coppen Jadi Sorotan, Apa Pahala Mengajak Orang Masuk Islam?
-
7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
-
Asal-usul Malam 1 Suro Dianggap Sakral, Simak Sejarah dan Alasannya
-
5 Moisturizer PDRN Rekomendasi Dokter untuk Bantu Samarkan Keriput dan Kerutan
-
Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin
-
Rambut Rontok Pakai Hair Tonic atau Hair Serum? Pahami Beda Fungsi Keduanya
-
Bantu Atasi Rambut Rontok, Intip 3 Produk Hair Care Andalan Abel Cantika
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring