Suara.com - Seleksi CPNS Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dimulai sudah sejak 27 Desember 2024. Pendaftaran CPNS SPPI melalui beberapa tahapan, dari seleksi administrasi sampai tes offline.
Pembukaan pendaftaran SPPI merekrut para sarjana perguruan tinggi terakreditasi menjadi pegawai negeri sipil Lembaga dan instansi pemerintah. Dalam proses perekrutannya, bagi yang sudah lolos tes akan mendapatkan Pendidikan Dasar dan Latihan Militer (Diksarmil) oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tujuan pendidikan dasar ini adalah untuk mengoptimalkan program bergizi gratis bagi generasi penerus bangsa.
Peserta yang lolos seluruh tahapan seleksi CPNS SPPI nantinya akan ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia. Mereka bertanggung jawab untuk menjalankan program makan siang gratis. Lingkup kerjanya memastikan setiap siswa di sekolah mendapatkan makanan bergizi, aman, dan tepat Waktu setiap hari.
Adapun tahapan seleksi CPNS SPPI berdasarkan surat edaran pengumuman seleksi SPPI adalah sebagai berikut.
1. Tahap pendaftaran online dibuka pada 27 Desember 2024, dan akan berakhir pada 15 Maret 2025.
2. Pengumuman hasil seleksi dan pemanggilan untuk tes secara offline pada 20 Maret 2025.
3. Peserta hadir di tempat tes yang sudah ditentukan pada 5 April 2025.
4. Peserta melaksanakan tes berupa psikotes, Kesehatan umum, Kesehatan jiwa, wawancara, dan mental ideologi dari tanggal 6 April - 3 Mei 2025. Pelaksanaan tes dibagi dalam dua gelombang, yaitu:
a. Tes gelombang 1 dilaksanakan pada 6-19 April, selesai melaksanakan tes, peserta pulang ke rumah masing-masing. Hasil tes gelombang 1 akan diumumkan pada 28 April dan hadir di tempat yang ditentukan pada 3 Mei 2025.
b. Tes gelombang 2 dilaksanakan pada 20 April - 2 Mei 2025. Pengumuman hasil tes gelombang satu pada 3 Mei 2025, peserta langsung berkumpul dengan peserta yang lolos tes gelombang 1.
5. Peserta yang sudah berkumpul akan mengikuti Pendidikan sebagai berikut:
a. Pendidikan Pelatihan Dasar Kemiliteran, tanggal 5 Mei - 3 Juli 2025.
b. Pendidikan Pelatihan Manajerial, tanggal 4 Juli - 4 Agustus 2025.
Baca Juga: Link Pendaftaran CPNS Badan Gizi Nasional, Lulusan D4, S1, S2 Semua Jurusan Bisa Daftar!
Bagi Anda yang tertarik untuk mendaftar, siapkan dokumen-dokumen berikut untuk kemudian diupload ke situs pendaftaran seleksi CPNS SPPI.
1. Surat lamaran ditujukan kepada Yth. Kepala BGN RI, U.b Ketua Rekrutmen SPPI batch 3 di Jakarta.
2. Scan KTP dan KK (Kartu Keluarga).
3. Scan pas foto berlatar belakang putih.
4. Scan ijazah dan transkrip nilai.
5. Scan sertifikat kursus atau pelatihan yang pernah diikuti.
6. Scan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).
7. Scan surat keterangan sehat jasmani dan rohani.
8. Scan surat keterangan bebas narkoba
9. Scan kartu BPJS yang masih aktif dan tidak punya tunggakan.
10. Scan kartu NPWP.
11. Surat pernyataan yang sudah ditandatangani, lengkap dengan materai Rp10.000 sesuai formata yang sudah disediakan di link https://spp-indonesia.com/
12. Upload semua dokumen melalui link pendaftaran, https://spp-indonesia.com/
Ketentuan pendaftaran
Berdasarkan akun Instagram @sppi.id, peserta wajib mendaftar secara online melalui situs https://spp-indonesia.com/ dan menggunakan laptop atau komputer. Peserta juga wajib menggunakan browser chrome atau mozilla firefox.
Peserta melakukan pendaftaran menggunakan nomor peserta seleksi yang sesuai dengan id yang digunakan untuk login ke situs pendaftaran SPPI. Peserta harus melengkapi data personal, data Pendidikan, data pekerjaan, serta dokumen pendukung lain di laman pendaftaran.
Pastikan surat lamaran sudah ditujukan kepada Yth. Kepala BGN RI, U.b Ketua Rekrutmen SPPI-B3 di Jakarta.
Penting untuk diperhatikan selama proses penerimaan tidak dipungut biaya. Bila ada oknum mengatasnamakan SPPI dan meminta 'pemulus' harap untuk diabaikan karena hal tersebut tidak benar.
Demikian itu informasi tahapan seleksi CPNS SPPI. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?