Suara.com - Ibu dari keluarga halilintar alias Geni Faruk baru-baru ini menyita perhatian lantaran menunjukkan dirinya sedang menikmati wine berlabel halal. Dari sini, warganet tentu bertanya-tanya, bagaimana wine bisa disebut sebagai minuman halal?
Pengalaman Geni Faruk minum wine tanpa alkohol ini rupanya ia lakukan ketika di Madinah, tepatnya di Redstone Restaurant.
“Ini nggak ada alkoholnya sama sekali, nggak memabukkan,” ujar pelayan restoran.
“Bismillahirrahmanirrahim, minumnya tetap tiga kali teguk ya, sunnah Rasulullah. Rasanya kaya anggur merah dan sama sekali tidak ada alkohol,” Geni Faruk menjelaskan rasa wine tanpa alkohol yang baru saja diminumnya tersebut.
Akan tetapi, apakah klaim tanpa alkohol bisa langsung membuat ‘wine’ tersebut halal? Simak penjelasan berikut untuk jawabannya.
Apakah wine tanpa alkohol halal?
Melansir dari laman MUI, wine tanpa alkohol tidak bisa mendapatkan sertifikasi halal. Pasalnya, minuman tersebut disebut sebagai produk tasyabbuh atau menyerupai produk yang diharamkan dalam Islam. Artinya, meski wine tersebut diklaim tanpa alkohol, tetap saja tidak bisa dinyatakan halal.
“Ada satu produk yang dari sisi bahan maupun proses produksi yang dipergunakan tidak ada masalah dalam aspek kehalalannya. Akan tetapi, dalam telaah Komisi Fatwa (KF) MUI, produk itu menyerupai bir yang sudah disepakati diharamkan dalam Islam, baik warna, rasa, aroma, bahkan juga kemasan botolnya,” tutur Prof. Dr.H. Hasanuddin saat pihaknya menolak pengajuan sertifikasi halal produk minuman menyerupai bir pada tahun 2015 lalu.
Langkah tersebut diambil sesuai dengan aspek saddudz-dzari’ah dalam kaidah syariah agama Islam yang artinya langkah pencegahan agar tidak terperosok dalam perbuatan maksiat yang diharamkan.
Baca Juga: Geni Faruk Pamer Minum Kopi Bertabur Emas Seharga Rp 5 Juta, Ibu Atta Halilintar Dicibir Norak
Dalam Surat Keputusan Direktur LPPOM MUI Nomor 46 Tahun 2014 tentang Ketentuan Penulisan Nama Produk dan Bentuk Produk juga telah dituliskan bahwa nama produk yang tidak dapat disertifikasi meliputi produk yang mengandung nama minuman keras.
Kelompok minuman keras itu sendiri terdiri dari wine non alkohol, sampanye, rootbeer, es krim rasa rum raisin, dan bir 0%.
Namun, aturan tersebut menjadi pengecualian untuk produk-produk yang sudah menjadi tradisi atau yang sudah dikenal secara luas, seperti bir pletok, bakpao, dan bakmi.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra
-
Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap
-
PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering
-
Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat
-
Cemburu, Sang Istri Nekat Potong Alat Vital Suami dengan Celurit di Lumajang
-
Flores Gempa 7,0, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
-
AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa