Suara.com - Pengobatan kanker memang cukup menantang, apalagi jika pasien sedang mengandung. Pertanyaanya, amankah ibu hamil dengan kanker menjalani tindakan kemoterapi?
Perlu diketahui beberapa obat kemoterapi untuk kanker tidak hanya bekerja membunuh sel kanker, tapi bisa menyebabkan efek samping sel normal yang ikut terdampak dari obat tersebut.
Inilah sebabnya beberapa suami istri di Indonesia yang mendambakan buah hati, lalu bila salah satunya mengidap kanker akan lebih dulu menjalani tindakan pembekuan sel telur, sel sperma hingga pembekuan embrio untuk nanti menjalani tindakan bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF).
Dokter Spesialis Kandungan & Kebidanan Eka Hospital Family & Grand Family, dr. Victor Prana Andika Santawi, Sp.OG, M.Res mengatakan saat pasien dengan kanker lalu mengalami kehamilan, maka dokter kandungan akan berdiskusi dengan beberapa dokter spesialis dan keluarga untuk menentukan nasib janin.
“Pilihan selalu dikembalikan keluarga, konseling bukan hanya dokter obgyn, tapi dokter penyakit dalam dan onkologi yang memberikan kemoterapinya, dan keluarga. Kita panggil juga psikolog dan psikiater, supaya kita bertiga ngomong, konseling bersama keluarga, mau gimana?,” ujar dr. Victor dalam acara diskusi di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut dr. Victor, dalam diskusi ini akan dibahas apakah akan dilanjutkan pengobatan dengan kemoterapi, tapi dengan efek samping bisa menganggu tumbuh kembang janin di dalam kandungan atau pilih mempertahankan buah hati tapi bisa mengganggu kesehatan ibu hamil dengan kanker
“Kita kemoterapi dengan risiko kecacatan hingga kematian bayi dengan usaha menekan kanker ibu tumbuh. Atau kita biarkan dedek bayi tumbuh tapi kanker juga tumbuh, tunggu 9 bulan, semoga ibu bertahan, lahirkan secepatnya, baru mulai kemoterapi,” ungkapnya.
Adapun alasan obat kemoterapi bisa mencapai janin di dalam kandungan, karena kata dr. Victor obat kemoterapi bisa menjangkau plasenta atau ari-ari yang menghubungkan tubuh ibu dengan janin. Plasenta adalah organ yang memberikan nutrisi dan oksigen agar bayi bisa tumbuh di dalam rahim.
“Kalau kasih kemoterapi, itu bisa nembus ke plasenta barrier tadi, itu soalnya zat kimia yang lebih kecil dari sel, zat kimia tembus, maka janin pada beberapa kemoterapi ada yang aman, ada juga yang membahayakan makanya butuh diskusi dari suami, istri, 3 dokter punya suara, keputusan terakhir di keluarga bisa dilanjutkan (pengobatan kanker) atau tidak,” papar dr. Victor.
Baca Juga: Pakai Benang Gigi Kurangi Risiko Stroke hingga 44 Persen, Benarkah?
Sedangkan peluang penularan sel kanker dari ibu hamil kepada janin di dalam kandungan menurut dr. Victor hal itu tidak akan terjadi, karena ada lapisan pelindung pada plasenta yang membuat bayi lebih aman dari penularan sel kanker.
“Jawabannya hampir 99 persen (penularan kanker ke janin) tidak, karena rahim sama plasenta atau ari-ari itu punya barrier, sel kanker tidak semudah itu metastasis atau berpindah ke bayi, karena ada perlindungan tersebut,” jelasnya.
Namun dr. Victor mengingatkan kondisi yang cukup membuat khawatir yaitu ibu hamil dengan kanker kesehatannya bisa sangat mengganggu. Ini karena di saat bersamaan tubuh ibu harus melawan kanker, tapi juga harus membuat bayi tumbuh sehat sebelum akhirnya dilahirkan.
“Yang kita takutkan adalah kondisi ibu nggak fit membuat ibu lemah, sehingga dede tumbuhnya tidak bagus, gizi ibunya lemah perkembangan susah, tapi tidak serta merta (kanker) menyerang ke bayinya,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pakai Benang Gigi Kurangi Risiko Stroke hingga 44 Persen, Benarkah?
-
7 Cara Mencegah Kanker untuk Orang Usia 10-20 Tahun, Sederhana tapi Krusial
-
Lee Joo Shil, Aktris Pemain Squid Game 2 Meninggal Dunia Usai Lawan Kanker
-
Kumpulan Gambar Hari Kanker Sedunia 2025, Ini Cara Downloadnya
-
Konsumsi Alkohol Picu Kanker Hati? Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?