Suara.com - Sepatu Converse menjadi salah satu merk yang disukai di Indonesia karena kualitasnya. Brand asal Amerika ini dikenal sebagai salah satu ikon sneakers paling legendaris di dunia. Desainnya yang simpel, klasik, dan mudah dipadupadankan membuat Converse digemari lintas generasi, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, hingga pekerja kreatif.
Selama lebih dari 100 tahun, Converse berhasil menjadi trendsetter di dunia fashion. Model seperti Chuck Taylor All Star bahkan sudah dianggap sebagai sepatu wajib punya. Namun, harga Converse original yang kini cukup tinggi sering kali membuat pelajar berpikir dua kali untuk membelinya.
Kabar baiknya, di Indonesia ada banyak brand sepatu lokal dengan desain yang mirip Converse. Mulai dari siluet, bahan kanvas, sol karet vulcanized, hingga nuansa vintage yang timeless, sepatu lokal ini tampil nggak kalah keren. Yang paling menarik, harganya jauh lebih ramah di kantong dan cocok dipakai untuk aktivitas sekolah sehari-hari.
Berikut rekomendasi sepatu lokal kembaran Converse dengan desain timeless yang bisa kamu pertimbangkan.
1. Ventela Back To 70’s
Produk Ventela Back to 70’s dijual di kisaran harga Rp250.000 – Rp300.000. Ventela merupakan brand sepatu lokal asal Bandung yang berdiri sejak 2017.
Nama Ventela sudah sangat populer di kalangan anak muda karena kualitasnya yang solid dengan harga terjangkau. Seri Ventela Back To 70’s menjadi andalan bagi kamu yang mencari sepatu mirip Converse. Modelnya tersedia dalam versi low dan high, menggunakan bahan canvas tebal yang kuat namun tetap nyaman.
Desainnya klasik dengan toe cap karet dan sol bergerigi khas sneakers lawas. Ventela Back To 70’s juga dibekali sol karet bertekstur yang cukup empuk untuk dipakai seharian di sekolah. Pilihan warnanya meliputi black/natural, black/white, dan cream dengan ukuran 36–44.
2. Zasaka Rungkad
Sepatu dari brand Zasaka Rungkat dijual di kisaran harga Rp200.000 – Rp270.000. Zasaka adalah brand sepatu lokal asal Tangerang yang fokus memproduksi sepatu vulcanized berkualitas tinggi.
Seri Zasaka Rungkad menjadi pilihan tepat jika kamu ingin sepatu lokal dengan tampilan mirip Converse namun tetap punya karakter sendiri. Zasaka Rungkad tersedia dalam versi high dan low. Material canvas-nya terasa kokoh, dipadukan dengan insole empuk dan tali sepatu tebal yang memberi kesan premium.
Baca Juga: 5 Sepatu Lokal untuk Trail Running yang Lebih Murah dari Salomon Genesis
Modelnya cocok dipakai ke sekolah karena tampil rapi dan kasual sekaligus. Untuk varian warna, Zasaka Rungkad High hadir dalam warna broken white, sedangkan versi low tersedia warna hitam putih, full hitam, maroon, abu-abu, dan navy. Ukurannya tersedia dari 36 hingga 43.
3. Saba Vintage
Saba Vintage menyediakan sepatu mirip Converse dengan harga di kisaran Rp220.000 – Rp280.000. Saba merupakan brand sepatu lokal asal Tangerang yang dikenal dengan desain minimalis dan bobot sepatu yang ringan. Salah satu seri andalannya adalah Saba Vintage, yang sekilas sangat mirip dengan Converse klasik.
Keunggulan Saba Vintage terletak pada bahan kanvas yang ringan namun tahan lama. Foxing atau bagian karet samping dibuat lebih tinggi dan tebal sehingga lebih awet untuk pemakaian harian. Insole-nya juga empuk dan nyaman, cocok untuk aktivitas sekolah yang cukup padat.
Saba Vintage tersedia dalam versi high dan low dengan pilihan warna seperti black white, all white LX red, all black, off white black, cookies, all black gum, hingga all black white. Ukurannya mulai dari 37 hingga 44.
4. Hanvadz Legacy 70’s Kanekes
Produk lokal mirip Converse berikutnya dari brand Hanvadz Legacy 70’s Kanekes, dijual di kisaran harga Rp260.000 – Rp320.000. Hanvadz Legacy adalah brand lokal asal Tangerang yang cukup dikenal dengan kualitas material dan kenyamanan produknya.
Seri Legacy 70’s Kanekes menjadi jawaban bagi kamu yang mencari sepatu lokal mirip Converse untuk sekolah maupun kuliah. Sepatu ini mengusung desain sneakers klasik yang versatile. Salah satu keunggulannya ada pada insole berbahan latex yang empuk dan nyaman meski dipakai berjalan lama. Cocok untuk siswa yang aktif dan banyak bergerak.
Berita Terkait
-
5 Sepatu Lokal Mirip Loro Piana Versi Lebih Murah untuk Gaya Old Money
-
5 Sepatu Lokal Nyaman Buat Orang Gemuk dan Kaki Lebar
-
5 Sepatu Lokal untuk Trail Running yang Lebih Murah dari Salomon Genesis
-
5 Sepatu Lokal dengan Arch Support untuk Kaki Datar, Empuk Dipakai Jalan Jauh
-
5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers Ori untuk Orang Tua, Harga Lebih Terjangkau
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab