Suara.com - Siswa gap year adalah para lulusan SMA/SMK yang memutuskan untuk mengambil jeda waktu sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Istilah ini merujuk pada keputusan untuk tidak langsung masuk kuliah setelah lulus, biasanya berlangsung selama satu hingga dua tahun.
Siswa gap year dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 dengan memenuhi syarat dan ketentuan berikut:
Persyaratan Umum Peserta
1. Lulusan pendidikan
- SMA/MA/SMK/sederajat tahun 2023, 2024, atau 2025.
- Lulusan Paket C tahun 2023, 2024, atau 2025 dengan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2025.
2. Kewarganegaraan
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
3. Registrasi akun
- Siswa gap year wajib membuat akun baru di portal SNPMB.
- Registrasi akun SNPMB untuk SNBT dibuka 13 Januari-27 Maret 2025.
Ketentuan Khusus
- Biaya seleksi: Ditanggung peserta dengan subsidi pemerintah.
- Frekuensi tes: Peserta hanya boleh mengikuti UTBK SNBT 2025 sekali selama periode seleksi.
- Masa berlaku hasil UTBK: Hasil UTBK hanya berlaku untuk penerimaan PTN tahun 2025.
- Program studi seni/olahraga: Diperlukan tambahan portofolio.
- Pendaftaran UTBK-SNBT: 11-27 Maret 2025.
- Pelaksanaan UTBK: 23 April-3 Mei 2025.
- Pengumuman hasil SNBT: 28 Mei 2025.
Pengecualian
Siswa gap year tidak bisa mengikuti SNBP 2025 karena jalur ini eksklusif untuk siswa kelas XII tahun 2025 yang masih aktif. Jika semua persyaratan terpenuhi, siswa gap year berkesempatan masuk PTN melalui SNBT 2025 dengan catatan mematuhi jadwal dan ketentuan registrasi.
Berita Terkait
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
99% Kecurangan SNBT 2026 di Kedokteran: Saat Kursi Dokter Dibeli Pakai Joki
-
SNBT 2026 Meledak! Nyaris 900 Ribu Orang Rebutan Kursi PTN, Masih Berani Bersaing?
-
Angka Kecurangan Capai 99 Persen, Ada Apa dengan Fakultas Kedokteran di SNBT 2026?
-
Gagal Massal di SNBT 2026: 600 Ribu Peserta Gugur, UI dan UNS Masih Tak Terkalahkan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA