Suara.com - Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Indonesia telah mencapai 37,8%.
Beberapa faktor penyebabnya antara lain konsumsi makanan tinggi gula, makanan cepat saji, serta kurangnya asupan protein dan serat dalam pola makan harian.
Tantangan ini terutama terjadi di daerah perkotaan, di mana gaya hidup serba cepat sering kali membuat masyarakat memilih makanan instan yang kurang bernutrisi.
Melihat kondisi tersebut, kampanye "Home Consumption" hadir untuk mendorong kebiasaan makan sehat dalam keluarga. Kampanye ini diluncurkan pada event Herbalife Spectacular, pada 7-9 Februari 2025, di Sentul International Convention Center (SICC) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dengan pendekatan yang lebih berpusat pada rumah tangga, kampanye ini menekankan pentingnya pendidikan nutrisi dan dukungan komunitas dalam menciptakan kebiasaan yang lebih sehat.
Dr. Luigi Gratton, seorang ahli dalam nutrisi klinis dan kedokteran keluarga, menyoroti pentingnya lingkungan keluarga dalam membentuk pola makan sehat.
"Komunikasi yang baik, keterlibatan orang tua, dan kebiasaan makan yang konsisten merupakan faktor utama dalam membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan," ungkapnya dalam siaran pers yang Suara.com terima baru-baru ini.
Dengan pendekatan terpadu, lannut DR. Luigi, keluarga dapat menciptakan kebiasaan makan sehat yang bermanfaat tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi semua anggota keluarga.
Dalam kampanye ini, beberapa program yang ditawarkan mencakup lokakarya nutrisi dan kebugaran, komunitas pendukung dalam bentuk Nutrition Clubs, serta berbagai acara yang mengajak keluarga untuk lebih aktif dan sadar akan pentingnya kesehatan.
Baca Juga: Pos Indonesia Salurkan Bantuan Sembako dan PKH ke 18 Ribu Penerima di Semarang
Fokus pada Kesehatan Setiap Anggota Keluarga
Kesehatan bukan hanya tentang menghindari penyakit, tetapi juga tentang memastikan setiap anggota keluarga mendapatkan perhatian sesuai dengan kebutuhannya.
Oktrianto Wahyu Jatmiko, Director & General Manager of Herbalife Indonesia, menyampaikan bahwa kampanye "Home Consumption" mencerminkan pemahaman kami bahwa fondasi masyarakat yang sehat dimulai dengan kebiasaan dan pilihan yang dikembangkan di dalam rumah.
"Kami menyadari peran keluarga, nutrisi, dan hidup aktif dalam mencapai tujuan pribadi dan kolektif, dan bahwa kesuksesan sejati dimulai di mana cinta, dukungan, dan perhatian tumbuh dari rumah," kata Oktrianto.
Menurut Oktrianto, kampanye ini dirancang untuk memenuhi prioritas kesehatan khusus dari berbagai anggota keluarga. Untuk ibu dan ayah, fokusnya adalah pada kesehatan umum, manajemen berat badan, kebugaran, dan kecantikan.
Untuk orang dewasa yang sedang tumbuh, selain manajemen berat badan dan kebugaran, kami akan menekankan peningkatan fokus mereka. Terakhir, untuk kakek-nenek, prioritasnya adalah kesehatan sendi dan tulang, kesehatan otak kognitif, dan memperkuat kekebalan mereka.
Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebiasaan sehat dapat diterapkan oleh seluruh anggota keluarga, dari anak-anak hingga orang tua dan lansia.
"Dengan peluncuran kampanye "Home Consumption", Herbalife berkomitmen untuk membantu masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan melalui kebiasaan makan yang lebih baik dan gaya hidup yang lebih sehat," pungkas Oktrianto.
Mendorong Perubahan Gaya Hidup yang Lebih Baik
Dalam era modern yang serba cepat, penting bagi masyarakat untuk kembali ke dasar—yakni memperhatikan apa yang mereka konsumsi dan bagaimana kebiasaan makan dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.
Dengan edukasi yang tepat dan lingkungan keluarga yang mendukung, perubahan ke arah gaya hidup lebih sehat bisa dimulai dari rumah.
Kampanye "Home Consumption" menjadi pengingat bahwa langkah kecil dalam mengatur pola makan dan aktivitas sehari-hari dapat membawa perubahan besar dalam kesejahteraan keluarga.
Karena pada akhirnya, kesehatan yang baik dimulai dari kebiasaan yang ditanamkan sejak dini, di tempat yang paling dekat dengan hati—rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali
-
Sangkar Emas dan Romansa Toxic: Membedah Era Revolusioner dalam Drama Blazing Elegance
-
Membaca Yuk Gaul! Jadi Orang Keren Tanpa Kehilangan Arah
-
Waspada 'Silent Killer', Begini Cara OMRON Pastikan Akurasi Cek Tensi Mandiri di Rumah
-
Saat Desain Harus Bisa Dirasakan: Filosofi di Balik Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Watch
-
4 Inspirasi OOTD Cha Woo Min dengan Gaya Casual Streetwear yang Kekinian!
-
Jakarta Kirim Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Lewat Udara dan Laut
-
Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kerja Sama Jatim-Singapura di Bidang Investasi dan SDM
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?
-
4 Rekomendasi Cleansing Balm Lokal Terbaik untuk Makeup Waterproof, Mulai Rp50 Ribuan