Suara.com - Untuk kesekian kalinya, PT Pos Indonesia mendapat mandat dari pemerintah untuk menyalurkan bantuan Sosial Bantuan Langsung Tunai (BLT) Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat. Salah satu kawasan yang menerima bantuan adalah Bandar Lampung.
Deputi Eksekutif General Manager Kantor Cabang Utama Bandar Lampung, Eko Hadi Kurnianto menyatakan syukurnya, karena untuk periode tahap 3 dan 4 ini, PT Pos Indonesia kembali mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan PKH.
"Semoga di tahun ini kita diberikan kelancaran dalam melakukan proses penyeluruhan BKH. Saat ini, kami sudah bisa mendistribusikan sekitar 53 persen," katanya.
"Harapan kami ke depan, semoga pemerintah masih mempercayakan program ini ke kita, masih memberikan tugas mulia ini kepada PT Ppos Indonesia," tambahnya.
Untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat, Juru Bayar KCU Pos Bandar Lampung, Prayoga Wibilaksono menyatakan senang menjadi perpanjangan tangan pemerintah.
"Harus terus ada program seperti ini, karena sangat membantu masyarakat yang masih di bawah kategori garis kemiskinan. Soal kendala di lapangan, misalnya cuaca. Di Desember masih musim hujan, karena kita kan door to door, bukan komunitas, jadi kalau ke rumah-rumah agak terhambat," katanya.
Hambatan lain yang juga dialami adalah sulitnya akses. "Karena nggak semua jalur bisa dilalui motor, kalau hujan," tambahnya.
Penerima Bantuan Bersyukur
Ratri Mulyani, yang merupakan KPM Bandar Lampung menyatakan bersyukur karena dana yang diterimanya bisa untuk tambahan modal, untuk makan sehari-hari, dan memenuhi kehutuhan anaknya, termasuk kebutuhan sekolah. "Nama saya Rati Mulyani. Saya tinggal di Pahoman Bandar Lampung, di Jalan Jendela Sudirman, Gang Langgar. Saya tinggal di sini sudah lama. Saya sehari-harinya berdagang di
sekolahan MTS, jual gorengan, jual banyaklah macam-macam dagangan sekolahan. Terima kasih kepada Presiden Prabowo, Bapak Gibran, Kantor Pos dan Menteri Sosial, bantuannya bermanfaat sekali. Tau-tau ditelepon Kantor Pos, bahwa mbak ini mau dapet bantuan sembako gitu-gitu. Jadi seneng banget pas pertama ditelepon gitu," ujarnya.
Sementara itu, Neneng Yani, yang juga KPM Bandar Lampung menyatakan bersyukur dengan bantuan yang diterimanya.
"Alhamdulillah sih dapat beli sepatu anak. Kaget bangetlah, tiba-tiba dari Kantor Pos datang," katanya, sambil menangis karena mengingat sepatu anaknya yang rusak. Ia senang, karena sepatu anaknya sudah jebol dan ia memang berniat membeli sepatu pengganti. Ketika ditanya jumlah nominal yang untuk keperluan makan dan sekolah, Neneng menyebut," Buat keperluan sekolah sama makan sehari-hari, Rp1.950.000." (PT Pos Indonesia)
Berita Terkait
-
Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas?
-
Jaga Jarak Etik! Satgas PKH Harus Hindari Celah Konflik Kepentingan Dalam Penertiban
-
Jaksa Agung Setor Rp10,2 Triliun ke Negara, Legislator PDIP: Bukti Nyata Selamatkan Aset
-
Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
Berulang Kali Digosipkan Pencucian Uang hingga Suap, Raffi Ahmad Trauma Bekerja di Pemerintahan?
-
Jeritan Parau Emak-emak di Hadapan Pasukan Brimob Bundaran HI
-
Mendikdasmen: Jutaan Guru Mau Program MBG Lanjut
-
VIDEO: Demonstrasi Mahasiswa Diwarnai Aksi Bentrok dengan Aparat, Terlibat Saling Dorong
-
Natalius Pigai Minta Anggaran Bangun Kantor, DPR Nada Tinggi: Ini Beban, Negara Sedang Krisis!
-
LIVE REPORT: Demo Besar Mahasiswa Jakarta! Soroti APBN, BBM, hingga Harga Kebutuhan Pokok
-
Keterangan Pers Bahlil Terkait Kenaikan Harga Pertamax dan Pemadaman Listrik Bergilir
-
Raffi Ahmad Ungkap Reaksi Keluarga Dengar Namanya Terseret Kasus Korupsi Bea Cukai, Nagita Tertawa
-
Nanik S Deyang Menghadap Prabowo, Bawa Kabar Gembira soal Efisiensi Anggaran MBG