Suara.com - Belakangan ini, tagar #KaburAjaDulu ramai diperbincangkan di media sosial. Fenomena ini mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia sehingga muncul keinginan untuk "kabur" ke luar negeri. Lantas, bagaimana cara pindah ke luar negeri?
Masyarakat merasa sulit mendapatkan pekerjaan layak, menghadapi biaya pendidikan yang tinggi, dan merasa tidak memiliki kuasa untuk mengubah keadaan. Sebagai bentuk protes, tagar ini menjadi simbol keinginan untuk mencari peluang hidup yang lebih baik di luar negeri.
Namun, pindah ke luar negeri bukanlah hal yang mudah. Ada berbagai persiapan yang harus dilakukan, termasuk memahami syarat, cara, dan biaya yang dibutuhkan. Berikut ulasan selengkapnya.
Syarat Pindah ke Luar Negeri
Setiap negara memiliki aturan yang berbeda terkait imigrasi, tetapi secara umum, berikut syarat utama yang harus dipenuhi:
- Paspor yang masih berlaku
- Visa sesuai kategori (studi, kerja, keluarga, dsb.)
- Bukti keuangan
- Surat sponsor atau pekerjaan (apabila pindah untuk bekerja)
- Asuransi kesehatan
- Sertifikat kesehatan dan bebas kriminal
- Tiket Pulang-Pergi atau jaminan pulang
Proses dan Cara Pindah ke Luar Negeri
Setelah memenuhi syarat, berikut adalah langkah yang perlu dilakukan:
- Riset Negara Tujuan: Ketahui kebijakan imigrasi, biaya hidup, peluang kerja, dan aspek lainnya.
- Ajukan Visa: Proses ini bisa memakan waktu lama, tergantung kebijakan negara tujuan.
- Siapkan Dokumen Penting: Pastikan semua dokumen yang dibutuhkan sudah diterjemahkan dan dilegalisasi jika diperlukan.
- Cari Tempat Tinggal: Bisa dilakukan sebelum atau sesudah tiba di negara tujuan.
- Atur Keuangan dan Perpindahan Barang: Siapkan rekening bank internasional serta rencana pengiriman barang.
- Adaptasi dengan Budaya dan Regulasi Setempat: Memahami hukum, budaya, dan kebiasaan negara tujuan sangat penting untuk memudahkan proses adaptasi.
Biaya Pindah ke Luar Negeri
Biaya yang dibutuhkan untuk pindah ke luar negeri sangat bervariasi tergantung pada negara tujuan dan jenis kepindahan. Berikut perkiraan umum antara lain meliputi:
- Biaya pembuatan paspor dan visa (tergantung negara dan jenis visa)
- Tiket pesawat (tergantung destinasi dan musim keberangkatan)
- Biaya hidup awal (tergantung biaya sewa dan kebutuhan lainnya)
- Biaya asuransi kesehatan
- Biaya akomodasi dan transportasi (beragam sesuai dengan negara dan kota tujuan)
Jika Anda berencana ingin pindah kewarganegaraan, syarat dan prosesnya mengikuti ketentuan yang berlaku di negara tersebut, dan biayanya juga menyesuaikan.
Sebagai contoh, jika ingin pindah menjadi warga negara Singapura, biasanya seseorang perlu bekerja terlebih dahulu di negara tersebut sebelum dapat mengajukan status Permanent Resident (PR). Setelah memperoleh PR, barulah mereka dapat mengajukan permohonan pindah kewarganegaraan.
Baca Juga: Gita Savitri di Jerman Kuliah Apa? Kini Ikut Buka Suara soal Seruan 'Kabur Aja Dulu'
Menurut Immigration and Checkpoints Authority (ICA) Singapura, terdapat beberapa kategori yang menentukan besaran biaya pengajuan kewarganegaraan Singapura.
Bagi orang dewasa yang telah berstatus Permanent Resident (PR), biaya pendaftaran sebesar S$100 atau sekitar Rp1.130.000. Perlu diketahui bahwa biaya ini hanya untuk pengajuan dan tidak dapat dikembalikan, meskipun permohonan tidak disetujui.
Jika permohonan diterima, pemohon perlu membayar biaya tambahan sebesar S$70 untuk memperoleh sertifikat kewarganegaraan Singapura.
Sementara itu, bagi anak-anak yang lahir di luar negeri dengan orang tua berkewarganegaraan Singapura, biaya pengajuan yang dikenakan adalah S$18 atau sekitar Rp203.400. Jika disetujui, mereka harus membayar tambahan S$10.
Demikianlah informasi terkait cara pindah ke luar negeri, berkaitan dengan viralnya tagar #KaburAjaDulu.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
6 Perhiasan yang Bawa Keberuntungan Shio di Tahun Kuda Api 2026
-
Teater Jaran Abang: Ketika Etika dan Estetika Dijaga Bersama di Atas Panggung
-
Dari Menyeberang Jalan hingga Buang Sampah, Pentingnya Anak Paham Keselamatan Sejak Dini
-
6 Sepatu ALDO yang Diskon di MAPCLUB, Ada Model Stylish hingga Artist Series
-
Etika dan Hukum Titip Doa Pada Jemaah Haji Dalam Islam
-
Tak Hanya Pintar Akademik, Generasi Muda Dituntut Kuasai Diplomasi dan Bangun Jejaring Global
-
Di Tengah Krisis Global, Traveling Tetap Prioritas: Anggaran Wisata Malah Meningkat di 2026
-
5 Parfum Aroma Mewah di Indomaret, Wanginya Elegan Bikin Percaya Diri
-
Siap-siap War, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd Via MyBCA
-
5 Cushion Paling Laris di Shopee untuk Kulit Berminyak dan Kering