Penangkapan kembali Fariz RM, seorang musisi legendaris Tanah Air dengan kasus yang sama yakni narkoba, tentu menuai perhatian publik. Pasalnya Fariz RM sudah ditangkap dengan total empat kali karena terjerat kasus yang sama.
Suara.com - Penyanyi sekaligus penulis lagu yang populer di tahun 80-an ini pertama kali ditangkap pada tahun 2007 setelah terjaring razia di kawasan Jakarta. Ia kedapatan memiliki 1,5 linting ganja seberat 5 gram di dalam bungkus rokok. Setelah tes urine, dirinya dinyatakan positif narkoba dan mendapat vonis delapan bulan penjara.
Kasus kedua dan ketiga terjadi pada tahun 2015 dan 2018. Pada penangkapan kedua, polisi menemukan barang bukti berupa ganja dan heroin, sedangkan penangkapan ketiga ditemukan dua paket sabu, sembilan butir alprazolam, dua butir dumolid, serta alat isap sabu.
Terbaru, Fariz RM ditangkap pada Rabu (19/02/2025) kemarin dengan barang bukti berupa ganja dan sabu. Ia pun dijerat Pasal 114 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara.
Kenapa pecandu narkoba sulit berhenti memakainya?
Berdasarkan laman Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, seseorang dapat dikatakan sebagai pecandu narkoba jika ia menggunakan narkoba secara kompulsif dan tidak dapat mengendalikannya meski mengetahui konsekuensi serta bahaya narkoba tersebut.
Hal ini berkaitan dengan penyakit adiksi yakni penyakit otak kronis yang kambuh dan memengaruhi emosi serta perilaku penderitanya.
Penjelasan mengenai hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Kalbar, Husnia, SE, M.Kes, saat mengisi acara Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba Lingkungan Instansi Pemerintah di Hotel Aston, Pontianak, pada 2020 lalu.
"Karena adiksi adalah penyakit kronis yang kompleks, adiksi hanya bisa pulih tidak bisa sembuh, itu berarti adiksi harus dijaga dari masalah-masalah yang ada baik internal maupun eksternal yang dapat memicu agar tidak kambuh lagi,” terangnya.
Baca Juga: 7 Artis Tersandung Kasus Narkoba Tiga Kali Bahkan Lebih, Fariz RM Sudah Empat Kali
Orang yang mengalami kecanduan berawal dari penggunaan zat adiktif secara bertahap. Dosis rendah di awal pemakaian menjadi tidak mempan lagi seiring dengan adaptasi tubuh pengguna sehingga memerlukan dosis yang lebih tinggi. Ujungnya, orang tersebut jadi kecanduan dan akan merasa sakit jika tidak mendapat asupan zat adiktif dalam dosis tinggi.
Pecandu yang sudah berada di tahap ini dikatakan tidak bisa lepas tanpa bantuan rehabilitasi.
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
7 Bedak yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Tahan Lama, Pori-pori Tersamarkan
-
5 Urutan Skincare Glad2Glow Pagi yang Benar agar Kulit Sehat dan Glowing Maksimal
-
7 Aplikasi Rasionalisasi UTBK-SNBT Gratis, Ukur Peluang Lolos Kampus Impian
-
Kapan Penutupan Pendaftaran SNBT 2026? Cek Cara Daftar dan Dokumen yang Dibutuhkan
-
Urutan Skincare Malam Basic yang Benar untuk Pemula, Kulit Auto Cerah di Pagi Hari
-
Bagaimana Cara Memilih Parfum Sesuai Kepribadian? Ini 5 yang Cocok untuk Si Energik
-
Urutan Skincare Pagi untuk Remaja, Cek 6 Rekomendasinya yang Cocok Buat Anak Sekolah
-
Bagaimana Cara Memakai Foundation agar Tahan Lama? 5 Produk Ini Nempel Seharian
-
Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis
-
5 Parfum Pria Kalem yang Tahan Lama dari Brand Lokal