Suara.com - Nama Andrew Kalaweit dikenal luas berkat konten-konten menarik yang ia unggah di YouTube, terutama tentang kehidupannya di hutan Kalimantan. Sejak kecil, Andrew telah hidup berdampingan dengan alam bersama keluarganya. Lantas, Andrew Kalaweit anak siapa?
Banyak yang penasaran dengan sosoknya dan dari mana ia mendapatkan pengetahuan serta keterampilannya dalam bertahan hidup di alam liar. Berikut ulasan selengkapnya.
Profil Andrew Kalaweit
Andrew Kalaweit memiliki nama lengkap Andrew Ananda Brule. Ia lahir di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada 30 Januari 2004.
Ayahnya, Chanee Kalaweit, adalah seorang aktivis lingkungan berdarah Prancis yang telah lama tinggal di Indonesia. Sementara ibunya, Nur Pradawati, adalah perempuan asli Kalimantan Tengah.
Chanee Kalaweit, yang memiliki nama asli Aurelien Francis Brule, pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1998 saat usianya baru 18 tahun. Ketertarikannya terhadap satwa liar, khususnya Owa, membawanya untuk mendirikan Yayasan Kalaweit, sebuah organisasi konservasi yang bertujuan untuk menjaga habitat satwa liar di Indonesia.
Setelah menetap selama bertahun-tahun, Chanee resmi menjadi warga negara Indonesia pada tahun 2012.
Pada 17 Maret 2022, Chanee menikah dengan Nur Pradawati, dan dari pernikahan ini mereka dikaruniai dua orang putra, yaitu Andrew Kalaweit dan adiknya, Enzo Kalaweit.
Kehidupan Andrew Kalaweit di Hutan Kalimantan
Sejak kecil, Andrew sudah akrab dengan kehidupan di hutan. Bahkan, ia pertama kali masuk ke hutan saat masih berusia lima bulan dalam gendongan orang tuanya. Bersama keluarganya, Andrew memilih untuk tinggal di kawasan Pararawen, Barito Utara, Kalimantan Tengah, selama lima tahun.
Selain dikenal sebagai YouTuber, Andrew juga aktif sebagai aktivis lingkungan seperti sang ayah. Konten-konten yang ia unggah di kanal YouTube-nya sering kali mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan dan satwa liar.
Selain itu, keluarganya juga mengelola lahan pertanian di sekitar rumah mereka. Ibunya, Nur Pradawati, kerap membagikan kegiatan berkebun mereka melalui kanal YouTube Prada Kalaweit. Mereka menanam berbagai jenis sayuran, rempah, dan tanaman hidroponik yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pindah dari Hutan Kalimantan
Pada 21 November 2023, Andrew mengumumkan bahwa ia dan keluarganya memutuskan untuk pindah dari hutan Kalimantan. Keputusan ini cukup mengejutkan banyak pengikutnya, mengingat Andrew telah begitu lekat dengan kehidupan di alam liar.
Dalam video di saluran YouTube-nya, Andrew mengungkapkan bahwa keputusannya untuk pindah bukanlah hal yang mudah. Meski berat meninggalkan rumah yang sudah menjadi bagian dari hidupnya, Andrew merasa antusias untuk menjalani pengalaman baru.
Alasan utama kepindahannya adalah untuk belajar lebih banyak tentang pembuatan film. Andrew berencana tinggal di kota dan negara baru selama satu tahun agar bisa memperdalam keterampilan dalam bidang tersebut.
Menurutnya, akses terhadap informasi dan ilmu di tengah hutan cukup terbatas, sehingga ia ingin keluar dari zona nyamannya untuk menambah wawasan baru yang nantinya bisa ia terapkan dalam proyek-proyeknya di masa depan. Ia pun menempuh pendidikan di Prancis dan menekuni ilmu terkait perfilman. Demikianlah informasi terkait Andrew Kalaweit anak siapa.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?