Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 28 Februari 2025 | 16:33 WIB
Ilustrasi Puasa - Hukum Puasa Nabi Idris (Unsplash)

Bacaan Doa Berbuka Puasa:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allāhumma laka shumtu wa bika āmantu wa ‘alā rizqika afthartu.

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Riwayat Alternatif (HR. Abu Dawud):

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabadh dhamā’u wabtallatil ‘urūqu wa tsabatal ajru in syā’a Allāh.

Artinya: "Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah."

Catatan:

Doa pertama lebih umum digunakan di Indonesia, sedangkan doa kedua juga sering dilafalkan sebagai tambahan atau ungkapan syukur setelah berbuka.

3. Sunnah-Sunnah Saat Berbuka Puasa

Rasulullah SAW memberikan teladan dalam tata cara berbuka puasa yang menjadi sunnah untuk diikuti.

Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Menyegerakan Berbuka

Rasulullah bersabda: "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim). Segera berbuka begitu waktu maghrib tiba adalah sunnah.

2. Berbuka dengan Kurma atau Air

Jika ada kurma, sunnah berbuka dengan memakan kurma (jumlah ganjil, misalnya 1, 3, atau 5 biji), sebagaimana sabda Rasulullah: "Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena ia adalah berkah. Jika tidak ada kurma, maka dengan air, karena air itu suci." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Jika tidak ada kurma, cukup berbuka dengan segelas air putih.

3. Membaca Doa Sebelum Makan

Setelah doa berbuka, sunnah membaca doa sebelum makan jika menyantap hidangan lebih banyak:

بِسْمِ اللَّهِ

Bismillāh ("Dengan nama Allah").

4. Berbagi Makanan

Rasulullah menganjurkan untuk berbagi makanan berbuka dengan orang lain, terutama fakir miskin, karena ada pahala besar di dalamnya. "Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun." (HR. Tirmidzi).

5. Tidak Berlebihan dalam Makan

Rasulullah mengajarkan untuk makan secukupnya, sebagaimana sabdanya: "Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara." (HR. Tirmidzi). Ini menjaga kesehatan dan kekhusyukan ibadah setelahnya.

Melanjutkan dengan Salat Maghrib

Setelah berbuka ringan (misalnya dengan kurma dan air), sunnah untuk segera melaksanakan salat Maghrib sebelum makan besar, agar ibadah tidak tertunda.

Rangkaian Ideal Berbuka Puasa

1. Dengar adzan Maghrib, lalu baca doa berbuka.
2. Makan 1-3 butir kurma (atau minum air jika tidak ada kurma).
3. Laksanakan salat Maghrib.
4. Baru kemudian makan hidangan utama dengan porsi sewajarnya.

Dengan mengamalkan niat, doa, dan sunnah ini, berbuka puasa menjadi lebih bermakna dan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat untuk persiapan Ramadan Anda!

Load More