Suara.com - Puasa di Bulan Ramadan berlangsung sekitar 13-14 jam, dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Berkurangnya asupan makanan dan minuman selama rentang waktu tersebut dapat menyebabkan berkurangnya energi untuk melakukan aktivitas berat seperti olahraga.
Namun bukan berarti bulan Ramadan menjadi halangan untuk berolahraga. Justru, berolahraga saat puasa dapat membantu menjaga kebugaran tubuh.
Lantas, kapan waktu terbaik untuk olahraga saat puasa?
Dalam hal ini, Ustadz Zaidul Akbar memberikan penjelasan yang menarik terkait waktu ideal berolahraga saat puasa.
Menurut Ustadz Zaidul, jika tujuan utama dari berolahraga adalah mengurangi kadar lemak dalam tubuh, maka waktu yang paling ideal untuk melakukannya adalah menjelang waktu berbuka puasa.
"Pada prinsipnya adalah jangan sampai aktivitas di luar puasa itu mengganggu dan bahkan menyebabkan batal," ujar Ustadz Zaidul, dikutip dari kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official.
"Waktu kapan yang terbaik kita olahraga dengan catatan olahraganya berkeringat, artinya membuat kita agak haus, tubuh kita letih, maka saya lebih menyarankan menjelang waktu berbuka saja," lanjutnya.
Melakukan aktivitas fisik sebelum berbuka puasa membuat tubuh lebih efektif menggunakan lemak sebagai sumber energi, karena cadangan gula dalam tubuh sudah berkurang. Hal ini membuat proses pembakaran lemak menjadi lebih maksimal.
Namun, Ustadz Zaidul menyarankan agar durasi olahraga tidak terlalu lama dan lebih berfokus pada latihan beban, seperti push-up, plank, pull-up, atau menggunakan dumbbell.
Baca Juga: Sahur Dulu Baru Mandi Junub, Bolehkah?
Latihan jenis ini tidak hanya membantu membakar lemak, tetapi juga berperan dalam menjaga serta meningkatkan massa otot selama berpuasa.
Tapi jika olahraga ringan seperti jalan kaki dan stretching yang tidak menimbulkan rasa haus dan lapar, maka pagi-pagi setelah subuh diperbolehkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan