Suara.com - Nama AKBP Fajar Widyadharma Lukman, mantan Kapolres Ngada tengah menjadi sorotan karena dugaan kasus kejahatan seksual yang menggemparkan.
Ia diduga melakukan kekerasan seksual terhadap tiga anak di bawah umur, dengan korban berusia 3 tahun, 12 tahun, dan 14 tahun. Lebih mengejutkan lagi, AKBP Fajar merekam aksinya dan mengunggahnya ke situs video dewasa di luar negeri.
Kasus ini terbongkar setelah pihak berwenang Australia menemukan video kekerasan seksual tersebut di situs dewasa mereka. Investigasi mengarah pada fakta bahwa video diunggah dari Kota Kupang, NTT, yang kemudian dilaporkan ke Mabes Polri.
Setelah penyelidikan, AKBP Fajar ditangkap oleh Propam Mabes Polri pada 20 Februari 2025.
"Diamankan oleh Propam Mabes Polri yang didampingi Paminal Polda NTT, tanggal 20 Februari 2025," ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Hendry Novika Chandra.
Meski demikian, Hendry enggan merinci kasus dugaan kasus pencabulan yang menjerat AKBP Fajar.
Kapolres dengan Harta Rp14 Juta
Tidak hanya terlibat dalam kasus asusila yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), laporan harta kekayaan perwira menengah Polri ini juga menjadi sorotan.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2023, AKBP Fajar mencatatkan kekayaan yang sangat minim untuk seorang perwira menengah Polri.
Ia hanya memiliki aset berupa kas dan setara kas senilai Rp14 juta. Tidak ada rumah, kendaraan, atau aset lain yang tercatat atas namanya.
Namun, jika dibandingkan dengan laporan LHKPN tahun sebelumnya, 31 Desember 2022, kekayaan AKBP Fajar mengalami penyusutan drastis.
Pada 2022, ia masih memiliki harta sebesar Rp103 juta, termasuk sebuah mobil Honda CRV tahun 2008 senilai Rp90 juta. Namun, dalam laporan 2023, mobil tersebut sudah tidak tercatat, menyisakan hanya Rp14 juta dalam bentuk kas.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar, bagaimana seorang Kapolres bisa hanya memiliki harta senilai Rp 14 juta? Ke mana perginya mobil dan aset yang sebelumnya tercatat?
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak
-
Stop 'Pencet Setuju' Tanpa Baca! Inovasi Layanan Jadi Kunci Agar Kuota Internet Gak Hangus
-
Laba BCA Syariah Meningkat, Aset Tembus Rp20,7 Triliun
-
Pengusaha Sound Horeg Jatim-Jateng Temui Jokowi, Dukung Gibran di 2029
-
Siapa Mau Menyusul? Amuk Mentan Amran Copot Pejabat KPPG Surabaya di Tengah Rapat