Suara.com - Bagi para pencinta kuliner Thailand, kini tak perlu jauh-jauh terbang ke Negeri Gajah Putih untuk menikmati hidangan autentik khas Thailand. The Summer House By Thai Street hadir di Supermal Karawaci, membawa cita rasa Thailand yang kaya dan menggugah selera.
The Summer House By Thai Street bukan sekadar tempat makan biasa. Restoran ini dirancang untuk menghadirkan suasana Thailand yang hangat dan nyaman. Dengan dekorasi yang didominasi warna-warna cerah dan sentuhan elemen tradisional Thailand, pengunjung akan merasa seolah-olah sedang berada di sebuah tempat makan di Bangkok.
Resmi beroperasi perdana di Supermal Karawaci, Tangerang pada Jumat (14/3/2025), Duta Besar Thailand untuk RI, His excellency H.E Mr Prapan Disyatat, turut hadir memberikan apresiasi atas kontribusi The Summer House by Thai Street dalam mempromosikan kuliner Thailand di Indonesia.
"Thai Street telah lama menjadi mitra Kedutaan Besar Thailand, dan kami sangat senang melihat perkembangannya," ujar His excellency H.E Mr Prapan Disyatat.
Thai Street telah beroperasi sejak 2016 lalu, hingga kini sudah memiliki 13 cabang yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Karawang, Surabaya, dan Makassar.
Menurut Stanley Ramon Marcellius, CEO KOBA Group, The Summer House menjadi bagian dari upaya pengembangan bisnis Thai Street.
"Setelah sembilan tahun dengan konsep street food Bangkok, saatnya kami berevolusi menjadi brand yang lebih up-to-date," ujarnya kepada awak media saat acara pembukaan restoran, Jumat (14/3/2025).
Dia menjelaskan bahwa nama Summer House terinspirasi dari tempat-tempat wisata di Thailand yang kerap dikunjungi oleh masyarakat setempat saat musim panas.
Umumnya, tempat tersebut juga identik dengan berbagai street food khas Thailand.
Stanley menambahkan, kehadiran The Summer House By Thai Street ini juga sekaligus untuk merespons tren makanan Thailand yang makin banyak digemari masyarakat Indonesia belakangan ini.
"Konsep resto mengusung tema oriental colonial royal thai summer house dengan gaya desain interior thai chinese colonial yang merupakan perpaduan antara tiga elemen," jelasnya.
Elemen pertama adalah Thai, yakni mengacu pada elemen desain tradisional Thailand, seperti ukiran kayu, warna-warna warm, dan penggunaan material alami seperti kayu jati dan anyaman rotan.
Elemen kedua adalah Chinese yang menghadirkan pengaruh budaya Tiongkok, seperti furnitur kayu berukiran khas, penggunaan warna emas.
"Ketiga adalah colonial, di mana ini dipengaruhi oleh gaya kolonial Eropa, ciri khasnya adalah kisi-kisi kayu, ubin berpola, serta perabotan rotan atau besi. Gaya ini sering ditemukan pada rumah-rumah tua di Thailand, terutama di daerah seperti Phuket dan Bangkok," lanjutnya lagi.
Selain ambience restoran yang nyaman, cita rasa menu yang otentik diperkirakan akan membuat para pecinta kuliner ingin datang kembali ke sini. Total ada 65 menu otentik Thailand, mulai dari hidangan pembuka hingga penutup.
William Johnson Tjan, Chief Operating Officer KOBA Group, menambahkan bahwa The Summer House by Thai Street telah mengantongi sertifikat halal pada 2024 lalu, menjadikannya restoran Thailand pertama yang memiliki sertifikasi tersebut.
"The Summer House by Thai Street menyuguhkan resto dengan konsep kafe yang dikombinasikan dengan makanan Thailand dan harga terjangkau," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?