Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengeluarkan aturan baru soal dispenser air minum pada 6 Maret 2025. Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 87.K/ΕΚ.01/ΜΕΜ.Ε/2025.
Diputuskan dalam kebijakan tersebut bahwa produsen dalam dan luar negeri harus menambahkan label hemat energi untuk setiap produk dispenser air minum mereka. Label ini disediakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
"Ketentuan mengenai penerapan standar kinerja energi minimum melalui pencantuman label tanda hemat energi untuk peralatan pemanfaat energi dispenser air minum sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA," bunyi keputusan tersebut, dilansir pada Senin (17/3/2025).
Dalam keputusan menteri itu disebutkan bahwa peraturan berlaku mulai 12 bulan sejak ditetapkan atau sekitar bulan Maret 2026. Kendati belum resmi diberlakukan, peraturan tersebut sudah banyak dibagikan ulang dan jadi perbincangan. Salah satunya oleh akun Instagram makassarinfoku.
Kolom komentar postingan akun Instagram makassarinfoku yang membahas aturan baru Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terpantau diserbu netizen. Tak sedikit netizen yang menyinggung soal mencabut colokan dispenser untuk menghemat listrik. Menurut mereka, hal itu bisa dilakukan tanpa perlu dispenser dengan label khusus "hemat energi".
"Tinggal cabut colokannya udah menghemat energi," tulis salah satu netizen. "Dari dulu dispenser gak kenapa-kenapa kok. Ngapain yang gini-ginian dipusingin.. ada aja," sahut yang lain. "Tim dispenser gak pernah dicolok listrik," tulis lainnya.
"(Mencabut colokan dispenser dari terminal) hemat pake banget malah. Tinggal tempelin stiker hemat energi, mau air panas ya tinggal tuang masak dikompor mau dingin ya tinggal tambahin es (emoji tertawa) mau seger ya taro di kendi airnya," timpal netizen lain.
Lantas, apakah benar mencabut colokan dispenser bisa menghemat listrik seperti yang ramai dibahas netizen? Simak penjelasan ahli berikut ini.
Benarkah Mencabut Colokan Dispenser Bisa Menghemat Listrik?
Dosen Teknik Elektro Prof Muhammad Nizam dalam wawancara tahun 2024 menyebutkan kalau memang benar mencabut colokan dispenser atau barang elektronik lain dari stopkontak saat tidak digunakan bisa menghemat energi.
Baca Juga: Menteri Bahlil Mau Perangi Mafia Migas, Minta Doa dan Dukungan Ulama Tebuireng
Dosen yang juga Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Sebelat Maret itu mengingatkan kalau selama colokan masih menancap maka ada listrik yang mengalir, walaupun jumlahnya kecil. Oleh karena itu, lebih baik dicabut apabila tidak digunakan.
Selain mencabut colokan dari stop kontak atau terminal, berikut ada beberapa tips lain untuk menghemat listrik dispenser merangkum dari berbagai sumber:
1. Pilihlah produk dispenser dengan kapasitas yang sesuai kebutuhan, sebab kebutuhan listriknya berbanding lurus dengan ukuran alat. Oleh karena itu, apabila ingin menghemat listrik, lebih bijak untuk memilih dispenser dengan kapasitas kecil.
2. Gunakan dispenser dengan label hemat energi dan aktifkan fitur tersebut. Fitur ini memang disediakan untuk membantu mengurangi konsumsi listrik saat dispenser tidak aktif.
3. Pilih tempat yang tepat untuk dispenser Anda. Meletakkan dispenser di dekat sumber panas (seperti kompor, sinar matahari) membuatnya bekerja lebih keras dalam mempertahakan suhu air. Oleh karena itu, konsumsi listriknya tentu akan lebih banyak. Jadi letakkan dispenser di tempat yang jauh dari sumber panas dan sejuk.
4. Atur termostat pada dispenser. Alat ini berfungsi untuk mengatur suhu air di dalam dispenser sesuai kebutuhan. Anda bisa turunkan suhunya apabila air panas ingin tidak terlalu mendidik atau air dingin tidak sangat sejuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
7 Sepatu Trail Run Lokal Siap Geser HOKA Original: Harga Murah Kualitas Tak Mau Kalah
-
4 Penyebab Henti Jantung Mendadak, Si Silent Killer Penyebab Lula Lahfah Meninggal
-
Bukan Sekadar Prestise: Inilah Alasan Sesungguhnya Pelajar Indonesia Serbu Studi ke Luar Negeri
-
4 Tips Membersihkan Wajan Gosong dengan Bahan Sederhana di Rumah, Wajib Coba!
-
6 Physical Sunscreen Terbaik dengan Perlindungan UVA dan UVB, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
5 Rekomendasi Body Lotion untuk Kulit Bersisik
-
5 Night Cream untuk Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
-
Apakah Sunscreen dan Sunblock Boleh Dipakai Bersamaan?
-
5 Moisturizer Untuk Kulit Kering di Cuaca Panas dan Angin
-
7 Fakta Menarik Mike Octavian: Dulu Manusia Silver Kini Jadi Model, Ada Turunan Belanda dari Kakek