Lifestyle / Komunitas
Selasa, 18 Maret 2025 | 09:29 WIB
Hadits Nabi Tentang Keistimewaan Bulan Ramadan (Unsplash)

Masih dari hadits yang sama, dijelaskan bahwa sedekah yang paling baik dilakukan di bulan Ramadan. Sehingga umat Islam sangat dianjurkan bersedekah di bulan ini.

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ

Artinya: Rasulullah saw pernah ditanya, “Sedekah apakah yang paling mulia?” Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadan” (HR Tirmidzi).

4. Hadits Riwayat Ahmad

Dalm HR Ahmad, dikatakan bahwa barangsiapa yang memberi buka orang puasa maka akn mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa itu.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

Artinya:  Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut (HR Ahmad).

5. Hadits Riwayat Muslim

Baca Juga: Lailatul Qadar: Menyingkap Makna, Meraih Keutamaan, dan Memprediksi Kedatangannya di Ramadan 2025

Puasa yang dilakukan di bulan Ramadan bisa menjadi penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadan berikutya.

Rasulullah SAW bersabda:

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ 

Artinya: Jarak antara shalat lima waktu, shalat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadan dengan Ramadan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar (HR Muslim).

6. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

Dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa, orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadan, maka segala dosanya akan diampuni oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Artinya: Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).

7. Hadits Riwayat Ahmad

Dijelaskan bahwa, puasa dan Al-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadan akan memberikan syafaat kepada orang yang mengamalkannya kelak di hari kiamat. 

Rasulullah SAW bersabda:

اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ 

Artinya: Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari” Al-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat (HR Ahmad).

8. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

Puasa yang dijalani di bulan Ramadan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya dilakukan secara ikhlas. 

Rasulullah SAW bersabda: 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Artinya: Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).

9. Hadits Riwayat Bukhari

Orang yang melaksanakan umrah ke tanah sudi tepat pada bulan Ramadan maka akan mendapat pahala seperti melakukan haji. 

Rasulullah SAW bersabda: 

فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Artinya: Sesungguhnya umrah di bulan Ramadan sama dengan pahala haji (HR Bukhari).

10. Hadits Riwayat Baihaqi

Dikatakan bahwa, doa orang-orang yang berpuasa adalah mustajab.

Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Artinya: Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir, dan doa orang yang teraniaya (HR Baihaqi).

11. Hadits Riwayat Ibnu Majah

Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam dalam meningkatkan ibadah, baik wajib maupun sunnah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: "رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا رَمَضَانَ، وَتَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا، وَتَقَبَّلْ مِنَّا قِيَامَنَا، وَتَقَبَّلْ مِنَّا رُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا"

Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Ya Allah, terimalah ibadah puasa kami di bulan Ramadan, terimalah shalat kami, terimalah qiyam kami, terimalah ruku' dan sujud kami."

12. Hadist Riwayat Muttafaqun ‘Alaih

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: "مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، وَالْجَهْلَ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ"

Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan yang dusta dan amalan yang dilakukan dengannya, maka Allah tidak butuhkan untuk dia meninggalkan makan dan minumnya."

13. Hadits Riwayat Muttafaqun ‘Alaih

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: "أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنْ النَّارِ"

Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Malam pertama dari bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan malam terakhirnya adalah pembebasan dari neraka."

14. Hadits Riwayat Bukhari

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda: Allah Swt berfirman dalam hadis qudsi yang bunyinya:

"كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ”

"Kullu 'amali ibni Adamalah, illa as-saumu fa innahu li wa ana ajzi bihi."

"Segala amal perbuatan anak Adam yakni manusia itu adalah untuknya, kecuali berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan langsung balasan dengannya.”

Itulah tadi kumpulan hadits Nabi tentang keistimewaan bulan Ramadan. Mengingat keistimewaan Ramadan yang begitu besar, sebaiknya kita memanfaatkan bulan ini dengan meningkatkan ibadah dan kebaikan.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More