Suara.com - Nama Clairmont Patisserie mendadak menjadi perbincangan publik setelah toko kue ini mengajukan tuntutan kepada food vlogger William Anderson, atau yang lebih dikenal sebagai Codeblu.
Permasalahan bermula ketika Codeblu memberikan ulasan negatif terhadap salah satu produk Clairmont, yaitu paket kue nastar pada 15 November 2024. Ulasan tersebut diduga berdampak besar pada bisnis Clairmont, hingga perusahaan mengklaim mengalami kerugian sebesar Rp5 miliar.
Kasus ini semakin memanas setelah mediasi antara kedua belah pihak di Polres Metro Jakarta Selatan pada 18 Maret 2025 tidak mencapai kesepakatan. Pihak Clairmont menuntut Codeblu untuk mengganti kerugian, tetapi tidak ada titik temu dalam perundingan tersebut.
Di balik kisruh ini, banyak orang penasaran, siapa sebenarnya pemilik Clairmont Patisserie? Bagaimana perjalanan bisnisnya hingga bisa mendirikan toko kue premium yang kini terancam kehilangan banyak pelanggan?
Susana Darmawan, Pengusaha Kue Berkelas dengan Latar Belakang Mentereng
Clairmont Patisserie didirikan oleh Susana Darmawan, seorang wanita yang bukan orang baru di dunia kuliner. Perempuan kelahiran Jakarta, 27 April 1966 ini memiliki latar belakang pendidikan kuliner yang sangat kuat.
Ia pernah menimba ilmu di The Culinary Institute of America, sebuah lembaga kuliner bergengsi di New York, Amerika Serikat. Dengan pengalaman dan pendidikannya, ia kemudian mendirikan Clairmont Patisserie di bawah naungan PT Prima Hidup Lestari pada tahun 1997.
Bisnis Clairmont berkembang pesat dan berhasil menjadi salah satu toko kue premium yang menyasar kalangan menengah-atas. Produk-produknya dikenal berkualitas tinggi dengan bahan-bahan premium.
Tak heran jika Clairmont bisa membuka beberapa gerai di lokasi strategis, seperti Gandaria, Kelapa Gading, Margaguna, dan Bintaro Plaza.
Baca Juga: Mobil Dinas Pejabat Pelat RI 24 Jadi Sorotan Gegara Masuk Jalur Busway, Nama Pemilik Diburu Warganet
Bisnis yang Dimulai dari Kecintaan Membuat Kue
Kecintaan Susana terhadap dunia baking berawal sejak kecil. Ia sudah mulai belajar membuat kue sejak usia 7 tahun, dengan bimbingan dari tantenya.
“Saya memang suka mengaduk adonan dan membuat kue sejak kecil,” ungkap Susana dalam sebuah wawancara saat peresmian salah satu tokonya di Jakarta pada tahun 2013.
Ketertarikannya terhadap kue membawanya untuk belajar lebih serius hingga ke luar negeri. Sepulang dari Amerika, ia mulai merancang konsep bisnis cake shop yang berbeda dari biasanya. Dari sanalah Clairmont Patisserie lahir dengan konsep toko kue modern, premium, dan elegan.
Nama Clairmont sendiri berasal dari bahasa Prancis yang berarti "gunung yang tampak jelas" (clear mount dalam bahasa Inggris).
Perjalanan Clairmont Patisserie Hingga Mengalami Kerugian
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga