- PAM JAYA menghentikan pasokan air bersih di Jakarta Barat dan Utara sejak Selasa (15/9/2026).
- Gangguan distribusi air perpipaan ini disebabkan oleh penurunan kualitas air baku di IPA Hutan Kota.
- Perusahaan mengerahkan mobil tangki darurat gratis dan menargetkan aliran normal kembali pada Rabu (16/9/2026).
Suara.com - Pasokan air bersih untuk warga di sembilan kelurahan wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara terpaksa berkurang hingga terhenti sementara sejak Selasa (15/9/2026) pukul 09.00 WIB.
Kendala distribusi air perpipaan ini dipicu oleh penurunan kualitas air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota, Jakarta Barat.
“PAM JAYA menginformasikan adanya penurunan kualitas air baku di lnstalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota, Jakarta Barat,“ bunyi pernyataan resmi perusahaan dari akun media sosial mereka.
Wilayah yang terkena dampak langsung di Jakarta Barat mencakup Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kalideres, Pegadungan, dan Tegal Alur.
Sementara itu, warga di kawasan Jakarta Utara yang turut mengalami gangguan pasokan meliputi Kelurahan Kamal, Kamal Muara, Muara Karang, serta Pluit.
Pekerjaan penanganan atas penurunan mutu air baku tersebut dijadwalkan berlangsung selama 24 jam penuh hingga Rabu (16/9/2026) pukul 09.00 WIB.
Distribusi air bersih ke rumah para pelanggan diproyeksikan baru kembali mengalir normal secara bertahap mulai Rabu (16/9/2026) pukul 15.00 WIB.
Pihak pengelola mengimbau masyarakat di seluruh area terdampak untuk segera mengambil langkah antisipasi.
“Pelanggan diharapkan untuk mengantisipasi dengan menampung air sebagai persediaan selama pasokan terganggu,“ lanjut keterangan resmi PAM JAYA.
Operator air minum milik pemerintah daerah tersebut juga telah menyiagakan pasokan darurat untuk membantu masyarakat.
“PAM JAYA menyiapkan bantuan pengiriman mobil tangki air bagi pelanggan kategori rumah tangga serta untuk kondisi darurat seperti Rumah Sakit, Tempat Ibadah dan Yayasan Sosial secara gratis,“ jelas mereka.
Pihak manajemen tak lupa menyampaikan permintaan maaf atas kendala teknis yang merepotkan aktivitas keseharian warga.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan,“ tutup pernyataan resmi perusahaan menyudahi pemberitahuan soal gangguan layanan.