Suara.com - Lima tahun lalu, Djuwarti ibu Nunung meninggal dunia usai berjuang melawan kanker lidah. Kepergian sang ibu disesali Nunung karena terjadi saat itu dirinya sedang menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Baginya ini merupakan titik terendah dalam hidup.
"Kalau titik terendah sebenarnya sudah lima tahun yang lalu, saya ditinggal ibu saya," cerita Nunung saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
"Ibu saya itu mendengar saya kena kasus, sakit berkepanjangan, sampai tidak ada. Itu saya benar-benar sampai sekarang belum bisa memaafkan diri saya sendiri," kata Nunung lagi.
Atas dasar itu, Nunung masih belum berani mendatangi makam ibunya. Selama lima tahun sang ibu tiada, pelawak yang pernah tergabung dalam Srimulat ini tidak pernah berziarah karena merasa hatinya tak kuat.
"Sampai sekarang hampir lima tahun saya belum berani ziarah ke makam ibu saya. Jadi masih belum kuat, hati saya belum kuat," ucap Nunung lagi.
"Saya merasa, 'Duh, kalau saya dikembalikkan menjadi anak kecil lagi, masih ada ibu saya lagi, akan aku cium terus kaki ibu saya, surganya saya. Cuma kan itu semua takdir, sudah dijalanin," tandas pemilik nama asli Tri Retno Prayudati tersebut.
Nunung sendiri diketahui merupakan serang muslim. Lantas, bagaimana hukumnya jika tidak ziarah ke makam orang tua menurut Islam? Apakah akan tergolong anak yang durhaka? Berikut informasi selengkapnya.
Hukum Tidak Ziarah ke Makam Orang Tua
Melansir NU Online, ziarah kubur merupakan perihal sunah yang disyariatkan bagi laki-laki. Istilah ini memiliki beberapa tujuan, mulai dari mengambil pelajaran hingga mendoakan kebaikan bagi kaum Muslim yang telah meninggal dunia.
Baca Juga: Sampai Turun Omzet, Ini 9 Potret Rumah Makan Milik Nunung yang Dilempari Tanah Kuburan
Hal itu berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Buraidah bin Hushoib Radhiyallaahu ‘anhu. Di mana ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda soal ziarah yang mengingatkan akan akhirat.
قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ
Artinya: "Sungguh aku dulu telah melarang kalian dari ziarah kubur. Akan tetapi sekarang, silahkan kalian menziarahi kubur, karena kubur mengingatkan (kalian) kepada Akhirat." (HR. Imam Muslim)
Di sisi lain, berbakti kepada kedua orang tua tetap bisa dilakukan meski mereka telah wafat. Salah satu caranya dengan mendoakan kebaikan bagi mereka dan menyambung kekerabatan atau persaudaraan dari keduanya.
Selanjutnya, bisa dengan menuaikan wasiat orang tua, memuliakan teman-teman dekat mereka, serta bersedekah atas nama ayah dan ibu. Selain itu, melunasi utang atau tanggungan mereka juga dianggap berbakti.
Poin-poin di atas merupakan segelintir hal yang bisa dilakukan untuk berbakti terhadap orang tua. Terlebih kepada ayah dan ibu yang telah meninggal dunia. Para ulama al-Lajnah ad-Daaimah lil Iftaa’ dalam sebuah hadits mengatakan;
"Sunah menunjukkan atas disyariatkannya berbuat baik kepada kedua orang tua setelah mereka meninggal, dengan mendoakan kebaikan bagi mereka berdua, menunaikan wasiat mereka berdua, menyambung kekerabatan yang tidak tersambung kecuali melalui mereka, dan memuliakan teman dekat mereka." (Fataawaa al-Lajnah ad-Daaimah 182/25)
Intinya, ziarah kubur bersifat sunah dan bukan merupakan syarat dalam berbakti kepada orang tua. Terlebih jika anak dalam keadaannya jauh dari makam ayah dan ibunya, sehingga doa-doa lebih diutamakan sebagai tanda ia berbakti.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?