Suara.com - Nama Shin Tae-yong (STY) menggema usai Timnas Indonesia kalah dari Australia pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Sydney.
Diketahui, Shin Tae-yong (STY) punya pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan sepak bola Indonesia, terutama di level tim nasional.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada akhir 2019, ia membawa banyak perubahan positif. Beberapa pengaruh utamanya adalah:
1. Meningkatkan Performa Timnas
Di bawah STY, Timnas Indonesia mengalami peningkatan performa yang signifikan, baik di level senior maupun junior (U-23 dan U-20).
Timnas Indonesia lolos ke final Piala AFF 2020 dan menunjukkan permainan yang lebih taktis dan disiplin.
2. Perubahan Gaya Bermain
Shin Tae-yong mengubah gaya permainan Indonesia menjadi lebih modern dengan pressing tinggi, transisi cepat, dan fisik yang lebih kuat.
Pemain jadi lebih disiplin dalam bertahan dan menyerang, dibandingkan sebelumnya yang lebih mengandalkan serangan balik.
Baca Juga: Erick Thohir Target Timnas U-17 Lolos ke Piala Dunia U-17 2025
3. Pembinaan Pemain Muda
Ia berani memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, dan lainnya untuk bermain di level senior.
Timnas U-23 berhasil menembus Piala Asia U-23 untuk pertama kalinya.
4. Mentalitas & Fisik Pemain Lebih Baik
Salah satu kelemahan utama sepak bola Indonesia adalah masalah fisik dan mental. STY membawa standar latihan yang lebih keras dan disiplin tinggi.
Hasilnya, pemain Indonesia bisa bersaing lebih baik melawan tim-tim kuat Asia.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Target Timnas U-17 Lolos ke Piala Dunia U-17 2025
-
Indonesia Babak Belur di Markas Australia, Nama Shin Tae-yong Menggema
-
Singgung Penalti Gagal, Ole Romeny Ungkap Borok Kekalahan Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia Kalah Telak, Suporter Teriakan Nama Shin Tae-yong di Allianz Stadium
-
Sandy Pas Band Ngamuk Timnas Dibantai Australia, Sebut Patrick Kluivert Mirip Patrick Star!
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali