Suara.com - Dalam sebuah perbincangan dengan pengusaha dan content creator Grace Tahir, aktris Syifa Hadju memberikan pandangannya tentang ungkapan yang belakangan ini banyak dibahas, "Selain donatur, dilarang ngatur."
Ungkapan ini, yang sering muncul dalam perbincangan tentang perempuan dan kemandirian finansial, menyiratkan bahwa hanya mereka yang memberi nafkah (donatur) yang berhak mengatur kehidupan seorang wanita.
Dalam obrolan tersebut, Syifa Hadju menanggapi konsep ini dengan perspektif yang lebih luas, terutama mengenai bagaimana perempuan memandang diri mereka sendiri dan menentukan nilai hidupnya.
Bagi kekasih El Rumi itu, perempuan memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidupnya, entah itu menjadi ibu rumah tangga, pekerja profesional, atau bahkan tidak menikah sama sekali, selama keputusan itu diambil dengan kesadaran dan kebahagiaan.
Perempuan Bisa Menjadi Apa Saja yang Mereka Inginkan
Salah satu poin utama yang disampaikan oleh Syifa Hadju adalah bahwa perempuan bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan, selama itu adalah pilihan mereka sendiri dan membawa kebahagiaan.
"Menurutku perempuan bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan. Selama itu hal yang baik dan selama mereka bahagia dengannya," kata dia seperti dikutip akun TikTok @pendamping.hidupku, Selasa (25/3/2025).
Syifa Hadju juga tidak mempermasalahkan apakah seorang perempuan ingin menikah muda dan menjadi ibu rumah tangga, atau memilih untuk fokus pada karier dan tidak menikah hingga usia tertentu.
Hal yang terpenting bagi wanita 24 tahun itu adalah bahwa pilihan tersebut dibuat berdasarkan keinginan pribadi, bukan karena tekanan sosial atau ekspektasi orang lain.
Baca Juga: Tak Jadi Penghalang, Ini Tips Perempuan Haid dan Nifas Raih Kemuliaan Lailatul Qadar
Menolak Mindset "Perempuan Harus Berharga untuk Laki-laki"
Dalam perbincangan itu, Syifa Hadju juga menekankan bahwa perempuan tidak seharusnya mendasarkan nilai dirinya pada bagaimana laki-laki memandang mereka.
"Menurut aku, kalau kita tahu self-worth kita, kita tahu value kita, kita akan menarik orang yang bisa menghargai itu juga dari diri kita secara otomatis."
Bagi mantan kekasih Rizky Nazar itu, perempuan tidak perlu bekerja keras atau berusaha menjadi "ideal" hanya agar dihargai oleh laki-laki. Sebaliknya, mereka harus menemukan nilai dalam diri mereka sendiri terlebih dahulu.
Dengan memiliki kesadaran akan nilai diri, perempuan akan menarik orang-orang yang bisa menghargai mereka secara tulus. Pernyataan ini sekaligus menantang pola pikir lama yang masih banyak diyakini, bahwa perempuan harus tampil cantik, menarik, dan berharga demi mendapatkan pasangan yang baik.
Syifa justru menekankan pentingnya membangun self-worth untuk diri sendiri, bukan demi orang lain. I juga mengungkapkan bahwa tidak ada yang salah jika seorang perempuan memilih untuk dinafkahi oleh laki-laki.
Namun, menurutnya, menjadikan itu sebagai dasar pola pikir yang diajarkan kepada perempuan lain adalah hal yang tidak sehat.
"Jadi menurut aku sebenarnya gak ada masalah kalau misalnya perempuan itu punya mental kayak, oh yaudah gue pengen, apa ya, gue pengen dinafkahin sama cowok, gak ada yang masalah. Tapi menurut aku untuk mengajarkan itu menjadi dasar ke perempuan lain itu, itu bukan hal yang benar. Bukan cara yang sehat," tambah dia.
Wanita dua bersaudara tersebut seolah membedakan antara pilihan pribadi dan standar sosial yang diajarkan. Memilih untuk bergantung pada pasangan secara finansial adalah hak setiap individu, tetapi jika itu dijadikan norma yang diwariskan kepada generasi berikutnya, maka hal itu dapat membatasi kebebasan perempuan dalam mengejar potensi mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026