Suara.com - Sekelompok peziarah kubur mendapat kecaman lantaran membuat sebuah video velocity yang menjadi tren di TikTok.
Dalam video tersebut tampak seorang laki-laki ditemani dengan seorang perempuan dewasa dan seorang gadis kecil.
Ketiganya tampak usai mengunjungi sebuah makam dengan batu nisan hitam dan gundukan tanah kuburan yang telah ditaburi dengan bunga membentuk pola love alias hati.
Video itu menampilkan ketiganya berjoget mengikuti ritme dari musik velocity sembari menunjukkan gestur jari ala yang identik dengan tren tersebut.
Sontak, tak sedikit pihak melayangkan bahwa ketiga peziarah tersebut tak mengindahkan adab ziarah kubur.
Ketiganya bahkan dinilai tak menghargai sosok mendiang anggota keluarga yang dikubur di makam tersebut.
Seorang warganet bahkan sampai menegaskan bahwa trend demikian tak dibenarkan dan baiknya para umat Muslim mengikuti tuntunan ziarah kubur yang pernah dijelaskan oleh sosok Ustaz Abdul Somad atau UAS.
"Kita tidak membenarkan trend ini, bagaimana generasi selanjutnya jika mengikuti hal seperti ini? pahamilah konsep ziarah kubur," ketik seorang warganet.
Lantas, seperti apa tuntunan adab ziarah kubur yang dijelaskan UAS dalam ceramahnya?
Baca Juga: Siapa yang Paling Menghibur? Prabowo dan Anies Ikut Tren Joget Velocity
UAS: Baca doa yang dianjurkan Rasulullah
UAS turut menjawab keresahaan jemaah ceramahnya terkait apakah ziarah kubur sesuai dengan sunnah.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat ziarah kubur agar tidak jauh dari sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dan tak jatuh ke dalam syirik maupun bidah.
Pertama, UAS dalam video ceramahnya yang dikutip Selasa (8/4/2025) menganjurkan untuk para peziarah membaca doa yang telah diajarkan Nabi Muhammad.
Doa tersebut ada dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim, dan Ibnu Hibban.
Berikut lafal doa yang dicontohkan oleh UAS sesuai dengan hadist Nabi: "Assalamu 'alaikum ahladdiyaar minal mu'miniina wal muslimin. Yarhamulloohul mustaqdiminia minna wal musta'khiriin. Wa inna insya Allohu bikum la laahiquun wa as alullooha lana walakumul affiyah."
Arti dari doa tersebut yakni" "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami Insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian."
Berita Terkait
-
Teliti Makam Yesus, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan Mengenai Kematian dan Kebangkitan
-
Siapa yang Paling Menghibur? Prabowo dan Anies Ikut Tren Joget Velocity
-
Ikut Lesehan di Istana Tunggu Open House Prabowo, Ojol: Jaket Nggak Dilepas, Beda Kaya di Mall
-
Hukum Ziarah Kubur saat Lebaran Menurut Ulama, Boleh atau Tidak?
-
Tutup Open House di Istana, Presiden Prabowo Ikut Tren Velocity Hingga Keluarkan 'Jurus Silat'
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123