Menurut Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, Anton Hermawan, kehadiran teknologi di industri keuangan sudah selayaknya mampu menjadi pendorong bagi generasi muda untuk mengelola keuangannya.
“Di tengah tekanan budaya konsumerisme yang kuat saat ini, kebiasaan menabung semakin krusial bagi generasi muda. Oleh karena itu, membangun kebiasaan menabung bagi generasi muda pun tidak hanya dengan edukasi, namun juga inovasi layanan keuangan yang menyenangkan dan mampu menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Kami percaya bahwa kolaborasi edukasi dan inovasi tersebut mampu menumbuhkan kebiasaan menabung yang berkelanjutan di generasi muda Indonesia untuk mencapai tujuan finansial mereka,“ kata Anton Hermawan.
Salah satu kekuatan Krom Bank terletak pada inovasi yang diharapkan bisa turut membangun kultur menabung di kalangan anak muda, yaitu:
1. Aplikasi mobile yang user friendly dan terintegrasi.
Kemudahan dan kepraktisan menjadi sebuah keharusan bagi generasi muda. Berbagai kebutuhan keuangan mulai dari pembukaan rekening, menabung hingga mengatur anggaran kini telah tersedia dalam satu aplikasi. Inovasi ini memungkinkan nasabah lebih mudah mengakses berbagai kebutuhan keuangannya dengan user experience yang seamless.
2. Nilai keuntungan yang optimal.
Selain kemudahan, bank digital juga menawarkan bunga yang cenderung lebih tinggi daripada bank konvensional dan tanpa biaya admin. Inovasi layanan ini lantas dapat menjadi daya tarik bagi konsumen generasi muda untuk bisa menabung secara konsisten. Di Krom Bank misalnya, nasabah bisa mendapatkan bunga tabungan bank hingga 6% per tahun dan bunga deposito hingga 8,75% per tahun.
3. Pengaturan rencana keuangan dalam genggaman.
Kini, perbankan digital telah dilengkapi dengan e-statement, yang memungkinkan nasabah untuk memantau perkembangan tabungan mereka secara real-time sekaligus juga mendukung perencanaan keuangan nasabah. Untuk memberikan dukungan lebih lanjut dalam aspek perencanaan keuangan, Krom Bank juga menyediakan Money Journey, sebuah fitur yang membantu nasabah merencanakan dan mengelola keuangan dengan lebih efisien. Melalui Money Journey, nasabah dapat melihat ringkasan aset, rincian arus kas, rincian pengeluaran, status arus kas untuk menilai kesehatan keuangan mereka, serta periode pencatatan keuangan.
Pada akhirnya, kemandirian finansial generasi muda bukanlah sesuatu yang instan. Ia dibentuk dari kebiasaan kecil, dari keberanian untuk melihat saldo, membuat anggaran, dan menolak FOMO saat teman pamer gaya hidup di media sosial. Dalam proses itu, bank digital seperti Krom Bank bisa jadi teman seperjalanan yang setia — yang tidak menggurui, tapi membimbing secara perlahan.
Dengan lanskap industri yang semakin digital dan kebutuhan generasi muda yang semakin spesifik, masa depan industri perbankan akan ditentukan oleh siapa yang paling paham — bukan hanya kebutuhan finansial, tapi juga bahasa, ritme hidup, dan mimpi para penggunanya.
Dan sejauh ini, Krom Bank sedang melangkah ke arah yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
-
Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol
-
Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh
-
Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone
-
KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M
-
Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!
-
AI Ubah Cara Konsumen Cari Brand, Bisnis Dituntut Makin Adaptif