Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:54 WIB
Ilustrasi gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (Dok: Waskita Karya)
  • Waskita Karya menyelesaikan pembangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM di Yogyakarta senilai Rp131 miliar pada Agustus 2026.
  • Fasilitas delapan lantai ini menerapkan konsep bangunan hijau dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya serta mempertahankan area hijau.
  • Gedung baru tersebut berfungsi menunjang kegiatan akademik, laboratorium bahasa, dan pusat riset humaniora untuk mendukung dunia pendidikan.

Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk meresmikan Gedung Siti Baroroh Baried Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) di Yogyakarta. Adapun, Gedung yang dibangun ini memiliki nilai proyek sekitar Rp131 miliar dan telah rampung pada awal Agustus 2026.

Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, mengatakan Waskita Karya turut memperhatikan aspek lingkungan dalam pembangunan Gedung Siti Baroroh Baried. Hal itu antara lain terlihat dari keberadaan pepohonan yang mengelilingi bangunan.

“Area hijau tidak hanya membuat tampilan gedung lebih indah dan asri, tapi juga mendukung kualitas udara yang lebih baik sekaligus bagian dari upaya melestarikan alam. Diharapkan seluruh bagian dari Gedung C FIB UGM dapat mendorong berbagai kegiatan perkuliahan,” kata Paulus dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).

Selain mengedepankan unsur budaya, gedung tersebut juga menerapkan konsep bangunan hijau atau green building. Salah satu penerapannya adalah pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area atap.

“Bangunan juga menggunakan konsep green building. Salah satunya dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di area atap,” jelas Paulus.

Menurut Paulus, keberadaan Gedung Siti Baroroh Baried diharapkan dapat mendukung pengembangan riset dan kegiatan akademik di bidang humaniora. Bidang tersebut mencakup sejarah, linguistik, sastra, arkeologi, antropologi, hingga kajian pariwisata.

Gambar Ilustrasi Logo Waskita Karya. [Suara.com/Alfian Winanto]

Pembangunan fasilitas pendidikan tersebut juga disebut menjadi bagian dari kontribusi Waskita Karya dalam mendukung pengembangan pendidikan dan keilmuan di Indonesia.

“Memasuki usia Indonesia ke-81, Waskita Karya sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun, menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Menjelang bonus demografi pada 2045 mendatang, kami menyadari pentingnya peningkatan sarana dan fasilitas pendidikan di berbagai tingkatan, guna mencetak para pemimpin di masa depan,” tutur Paulus.

Rektor UGM, Ova Emilia, menekankan pentingnya pemanfaatan gedung secara optimal. Ia juga mengingatkan agar aspek kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) tetap dijaga di lingkungan kampus.

“RTH adalah aset bagi kelangsungan ekologi, kesehatan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat. Sehingga tercipta ruang akademik yang sehat dan kondusif bagi proses pembelajaran,” ujar Ova.

Sebagai informasi, bangunan yang berada di Jalan Nusantara tersebut terdiri atas delapan lantai. Gedung ini diperuntukkan bagi Laboratorium Bahasa dan Pusat Pengembangan Riset Humaniora, serta dilengkapi berbagai fasilitas, seperti ruang pameran, auditorium, amphitheater, ruang kerja bersama (co-working space), perpustakaan, musala, dan ruang kelas.

Dari sisi desain, gedung mengusung konsep padepokan dengan karakter budaya Nusantara. Identitas tersebut diwujudkan, antara lain, melalui gerbang yang terinspirasi dari Candi Bentar Majapahit serta penggunaan material bata berwarna merah.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com