Suara.com - Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Supa Surya Niaga, perusahaan pengolahan hasil pertanian yang berkomitmen pada prinsip ekonomi sirkular. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak berlangsung di Kantor PT Supa Surya Niaga, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (15/4/2025).
Kerja sama ini menandai langkah penting dalam memperkuat rantai nilai komoditas rempah Indonesia, tidak hanya untuk memenuhi standar pasar domestik dan internasional, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan para petani.
Melalui kemitraan ini, GEF SGP dan Supa Surya Niaga berkomitmen untuk mensukseskan exit strategy program GEF SGP di tingkat komunitas. Tujuannya adalah memastikan proyek-proyek yang telah dirintis bersama petani tetap berkelanjutan, terutama dengan meningkatkan kapasitas produksi mereka melalui adopsi praktik pertanian berkelanjutan dan pemenuhan standar keamanan pangan global.
Dalam sambutannya, Sidi, perwakilan GEF SGP Indonesia, menyampaikan optimismenya terhadap kerja sama ini. “Kami melihat Supa Surya Niaga sebagai mitra strategis yang memiliki visi yang sejalan dalam mendorong ekonomi hijau dan inklusif. Kerja sama ini bukan hanya tentang kualitas produk, tapi juga tentang menciptakan sistem yang adil bagi petani—di mana mereka tidak hanya sebagai pemasok bahan mentah, tapi sebagai pelaku utama dalam rantai pasok yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi petani saat ini adalah rendahnya nilai tambah dari hasil panen, terbatasnya akses ke pasar, serta minimnya dukungan terhadap penerapan standar pertanian modern dan ramah lingkungan. Kemitraan ini diharapkan bisa menjadi jembatan untuk mengatasi hambatan tersebut.
Sementara itu, Kris Supa, pemilik PT Supa Surya Niaga, menekankan pentingnya sinergi antara nilai ekonomi dan kelestarian lingkungan. “Kami percaya bahwa komoditas rempah Indonesia, jika diproduksi secara bertanggung jawab dan organik, punya potensi luar biasa di pasar global. Tapi itu hanya mungkin terjadi jika kita membangun ekosistem yang mendukung petani untuk menerapkan praktik yang berkelanjutan,” jelasnya.
Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah implementasi standar keamanan pangan internasional FSSC 22000. Standar ini mencakup seluruh rantai produksi pangan, mulai dari hulu hingga hilir, untuk memastikan produk yang dihasilkan aman, higienis, dan sesuai dengan regulasi global. Petani akan mendapatkan pelatihan intensif terkait standar ini, serta pendampingan teknis agar mampu menerapkannya di lapangan.
Petani yang berhasil memenuhi standar tersebut akan memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok tetap PT Supa Surya Niaga, yang akan menangani pengolahan dan distribusi ke pasar dalam dan luar negeri. Dengan sistem ini, petani tidak hanya memperoleh harga yang lebih baik, tetapi juga akses ke pasar yang lebih luas dan stabil.
Tak hanya berhenti pada aspek keamanan pangan, kerja sama ini juga mendorong petani untuk memperoleh sertifikasi hijau seperti Sertifikasi Organik dan Fairtrade. Sertifikasi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh proses produksi dilakukan dengan prinsip keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan petani.
Baca Juga: 5 Bahaya Tak Terduga Konsumsi Herbal Berlebihan bagi Pengidap Hipertensi yang Jarang Diungkap
Dengan pendekatan ini, GEF SGP dan Supa Surya Niaga berharap dapat menciptakan model kemitraan yang bisa direplikasi di wilayah lain—menghubungkan petani, pelaku usaha, dan konsumen dalam satu ekosistem yang adil dan berkelanjutan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu contoh nyata dari kolaborasi multipihak yang efektif dalam mengatasi tantangan struktural di sektor pertanian, sekaligus menangkap peluang besar pasar global komoditas rempah yang diprediksi mencapai USD 8,4 miliar pada tahun 2028.
Dengan pengelolaan yang tepat, komoditas rempah Indonesia dapat menjadi sumber daya strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jangan Asal Ikut Tren! Teknologi AI Kini Bisa Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare
-
4 Air Cooler Sharp Termurah di Shopee, Daya Listrik Mulai 50 Watt
-
Wewangian Terinspirasi Musim Panas dari Timur Tengah, Sentuhan Segar yang Cocok untuk Iklim Tropis
-
Apa Itu Makeup Patchy? Ini 7 Penyebab dan Cara Mencegahnya agar Wajah Mulus
-
Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
-
Perempuan Desa Tak Lagi di Balik Layar, Kini Bisa Jadi Penggerak Ekonomi
-
4 Cushion Budget Friendly di Bawah Rp60 Ribu, Lebih Murah dari Viva Velvet Cushion
-
5 Sepatu Nike Vomero Plus yang Nyaman untuk Lari Jarak Jauh Andalan dr Tirta
-
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
-
Apresiasi Pelanggan Setia, Citilink Serahkan Hadiah Mobil Hybrid dan Tiket Gratis