Suara.com - Sejumlah mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) yang beratraksi di Taman Safari Indonesia angkat bicara soal dugaan penyiksaan dan eksploitasi yang mereka alami.
Kisah pilu dituturkan langsung oleh beberapa mantan pemain sirkusnya, seperti Fifi yang mengaku pernah dimasukkan ke kandang macan, sampai Butet yang pernah dijejali kotoran gajah hingga dipisahkan paksa dengan anaknya.
Hal ini membuat sirkus OCI serta Taman Safari Indonesia itu sendiri menuai sorotan luas. Tak heran jika banyak yang mempertanyakan, siapa sebenarnya pemilik Taman Safari Indonesia?
Profil Taman Safari Indonesia dan Oriental Circus Indonesia
Melansir laman resminya, Taman Safari Indonesia didirikan oleh tiga orang bersaudara yang awalnya tergabung dalam sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI).
Ketiganya adalah Jansen Manansang, Frans Manansang, dan Tony Sumampauw yang kemudian mengawali pembangunan modern zoo.
Taman Safari Indonesia mulai dibangun pada tahun 1981 dengan mengundang 2 konsultan dari Jerman dan Amerika. Modern zoo ini didirikan di atas tanah seluas 55 hektar yang sebelumnya adalah lahan perkebunan di Cisarua Selatan tetapi sudah tidak produktif.
Taman Safari Indonesia lalu resmi dibuka pada April 1986 dan diresmikan sebagai obyek wisata nasional pada 16 Maret 1990.
Pendirian Taman Safari Indonesia ini tak lepas dari kerja keras Hadi Manansang, ayah dari ketiga figur bersaudara Jansen, Frans, dan Tony tadi.
Baca Juga: 5 Fakta Dugaan Ekskploitasi Eks Pemain Sirkus OCI Taman Safari, Ada yang Dijejali Kotoran Gajah
Disebutkan bahwa sekitar tahun 1963-1964, Hadi membentuk kelompok sirkus Bintang Akrobat dan Gadis Plastik. Hingga tiga tahun kemudian hadirlah Oriental Show dan pada tahun 1972 berganti nama menjadi Oriental Circus Indonesia (OCI).
Kecintaan pada satwa sekaligus serta kepedulian terhadap alam disebut menjadi alasan Hadi dan ketiga anaknya mengembangkan taman satwa. Taman ini juga untuk mengakomodir satwa-satwa yang mulai ikut dalam sirkus mereka.
Pasalnya pada sekitar tahun 1970-an, sempat terjadi krisis yang menyebabkan Hadi kesulitan mengelola satwa-satwa dalam kelompok sirkusnya. Pembangunan taman satwa ini diharapkan bisa membantu operasional perawatan dan perkembangbiakan satwa, sekaligus memberikan pekerjaan bagi para karyawan sirkus.
Taman satwa inilah yang kemudian menjadi Taman Safari Indonesia dengan yang pertama berdiri di Cisarua, Bogor. Usaha ini terus berkembang di bawah komando ketiga bersaudara Manansang tadi sampai melahirkan banyak unit lain.
Misalnya saja Taman Safari Indonesia II di Prigen, Jawa Timur. Lalu ada Bali Safari & Marine Park di Gianyar, Batang Dolphin Center di Jawa Tengah, serta Jakarta Aquarium. Kini Taman Safari Indonesia juga menjadi salah satu tujuan wisata keluarga yang banyak digandrungi masyarakat.
Sementara itu, Oriental Circus Indonesia (OCI) yang ramai disebutkan mengeksploitasi mantan pemainnya ini dikenal sebagai pinor sirkus modern di Indonesia yang menyajikan banyak atraksi menarik.
Penonton disuguhi beragam atraksi seperti flying trapeze, badut, juggling, sulap, akrobat, sampai atraksi hewan liar. Tak heran jika generasi 1980-an sampai 2000-an menjadi saksi akan masa-masa kejayaan OCI.
Kala itu, OCI rutin berkeliling ke berbagai kota Indonesia. Bahkan bisa mencapai 15 kota setiap tahunnya. Tercatat OCI telah menggelar 40 ribu pertunjukan dan disaksikan lebih dari 17 juta penonton.
Sayangnya masa kejayaan OCI mulai meredup pada tahun 2019 ketika mereka mengakhiri perjalanannya. Perubahan zaman serta pergeseran tren hiburan disebut-sebut membuat minat masyarakat terhadap sirkus menurun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777
-
Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum
-
Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare