Lifestyle / Male
Senin, 21 April 2025 | 18:08 WIB
Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus (tengah) disambut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) sebelum meninggalkan Indonesia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (6/9/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym]

Awal Maret, pihak Vatikan mengabarkan Paus Fransiskus mengalami dua insiden gangguan pernapasan yang lebih serius.

Insiden itu, menurut keterangan Vatikan, disebabkan oleh penumpukan lendir dalam jumlah besar di paru-paru serta bronkospasme atau kondisi yang menyerupai serangan asma.

Untuk menilai kondisi pernapasannya, tim medis melakukan dua prosedur bronkoskopi, yakni pemeriksaan yang menggunakan alat berbentuk tabung fleksibel berkamera untuk mengamati bagian dalam paru-paru.

"Pada sore hari, Paus kembali menjalani terapi ventilasi mekanis non-invasif," kata perwakilan Vatikan.

"Beliau tetap sadar, dapat berkomunikasi dengan baik, serta menunjukkan respons yang positif. Hingga saat ini, kondisi kesehatannya masih dalam pemantauan ketat," sambungnya.

Sejumlah sumber dari Vatikan mengungkapkan bahwa situasi Paus sempat stabil di pagi hari, sebelum kembali memburuk menjelang sore.

Kesulitan bernapas yang dialaminya diyakini merupakan dampak dari infeksi yang sudah ada sebelumnya, bukan akibat penyakit baru. Meski demikian, dokter masih menilai kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Ketika ditanya mengenai keadaan Paus secara keseluruhan, pihak Vatikan enggan memberikan kepastian.

Begitu pula saat ditanya apakah kediamannya di Vatikan mulai dipersiapkan untuk kepulangannya, mereka menyebut bahwa masih terlalu dini untuk membahas hal tersebut.

Baca Juga: Anggun C Sasmi Kenang Sosok Paus Fransiskus: Sosok yang Rendah Hati dan Progresif

Ciri-ciri Pneumonia Bilateral

Berikut adalah gejala umum yang sering muncul:

1. Sesak Napas

Napas terasa pendek, berat, atau terengah-engah.

Terjadi karena paru-paru kesulitan menyerap oksigen secara optimal.

2. Batuk Berkepanjangan

Bisa batuk kering atau berdahak.

Dahak biasanya berwarna kuning, hijau, atau bahkan bercampur darah.

3. Demam Tinggi

Suhu tubuh meningkat drastis, sering disertai menggigil dan berkeringat banyak di malam hari.

4. Nyeri Dada

Rasa nyeri atau seperti ditekan di bagian dada, terutama saat bernapas dalam atau batuk.

5. Kelelahan dan Lemah

Tubuh terasa sangat lelah bahkan tanpa aktivitas berat.

Bisa menyebabkan sulit bangun dari tempat tidur.

6. Kebiruan pada Bibir atau Kuku (Sianosis)

Tanda kurangnya oksigen dalam darah.

7. Kebingungan (pada lansia)

Orang tua atau pasien dengan kondisi berat bisa mengalami kebingungan atau penurunan kesadaran.

Load More