Suara.com - Mendiang Wahjoe Sardono atau Dono dikenal luas sebagai pelawak dan anggota grup legendaris Warkop DKI. Namun di balik sisi humorisnya, Dono juga merupakan akademisi yang cerdas.
Pria kelahiran 1959 tersebut menempuh pendidikan tinggi di salah satu kampus terbaik Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI). Tak cuma menjadi mahasiswa, ia tercatat pernah mengemban tugas sebagai dosen di sana.
Sebagai seorang sarjana Sosiologi, Dono memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial dan pendidikan. Hal itu tercermin dalam topik skripsi yang ia angkat.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @kamusmahasiswa, skripsi yang ditulis Dono pada tahun 1978 rupanya sudah menyorot soal privilege jauh sebelum istilah tersebut viral. Dalam karya ilmiahnya, Dono meneliti bagaimana kondisi sosial dan ekonomi keluarga dapat memengaruhi capaian akademik siswa di bangku sekolah menengah pertama alias SMP.
"HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN PRESTASI MURID DI SEKOLAH (STUDI KASUS SMP NEGERI DESA DELANGGU)," demikian judul skripsi Dono.
Hal yang mencuri perhatian salah satunya ada pada pertanyaan pemantiknya. "Apakah betul demokratisasi pendidikan itu dapat dicapa dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat?"
Berlanjut ke halaman kesimpulan, dalam penelitian yang ia lakukan ternyata menemukan bahwa murid-murid yang pandai ternyata lebih banyak dari keluarga dengan latar belakang baik. Di mana pendidikan orangtua mereka juga berperan penting.
"Pendidikan orangtua yang baik cenderung mempunyai pengaruh terhadap pendidikan anaknya, sebaba orangtua yang demikian mempunyai pandangan terhadap masa depan anaknya," demikian penggalan kesimpulan di halaman skripsi Dono.
Melihat skripsi Dono, warganet dibuat kagum. Tak hanya soal isinya yang berbobot, tapi juga mengingat pada masa itu skripsi masih diketik dengan mesin tik.
Baca Juga: Video Lawas Wawancara Mendiang Dono Warkop, Gaya Bicara Disorot: Aura Intelektual
"Di era tahun 70-an lagi booming-boomingnya ngetik skripsi dengan mesin ketik, hasilnya rapi butuh kesabaran dan kejelian mengetiknya, luar biasa," puji salah satu warganet.
"Mas Dono adalah ciri orang Jenius. Orang jenius macak lawak untuk memberi kritik sosial kemasyarakatan dan hiburan untuk masyarakat," puji yang lain.
Profil Dono Warkop
Dono lahir di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, pada 30 September 1951. Karier Dono di dunia hiburan dimulai saat ia bergabung dengan kelompok lawak Warkop (Warung Kopi) di akhir tahun 1970-an.
Bersama Kasino dan Indro, Warkop awalnya hanya tampil di radio Prambors dengan nama Warkop Prambors, sebelum akhirnya merambah ke dunia film dan televisi dengan nama Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro). Ciri khas Dono di layar lebar adalah karakter lugu, culun, dan polos, yang menjadi sumber tawa penonton.
Berbeda dengan karakternya di layar lebar, sejak muda Dono dikenal sebagai sosok yang cerdas. Dono menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (UI) dan mengambil jurusan Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UI).
Tak hanya sekadar kuliah, Dono juga menjadi dosen di kampusnya sendiri. Ia sempat mengajar sosiologi di FISIP UI, menjadikannya salah satu dari sedikit komedian Indonesia yang juga memiliki latar belakang akademik kuat. Kepandaiannya inilah yang sering kali tercermin dalam gaya humornya yang cerdas dan sarat kritik sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
5 Sunscreen untuk Wanita 35 Tahun ke Atas, Ampuh Hempas Flek Hitam
-
3 Zodiak Ini Bakal Masuk Era Baru yang Penuh Kekuatan Mulai 28 Januari 2026
-
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
-
Puasa Syaban Berapa Hari? Ini Panduannya Berdasarkan Sunnah dan Amalan Rasulullah
-
Puasa Tahun ini Tanggal Berapa? Ini Jadwal Penetapan Bulan Ramadan 2026
-
Lirik dan Link Resmi Download Lagu 'Rukun Sama Teman', Wajib Dinyanyikan saat Upacara
-
5 Rekomendasi Lip Liner untuk Samarkan Bibir Gelap Usia 40 tahun
-
Doa Bulan Syaban, Arab Latin dan Artinya Agar Dapat Ampunan dan Hati Bahagia Saat Ramadan
-
5 Lipstik Satin untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Ampuh Samarkan Garis Halus
-
5 Moisturizer Gel yang Tidak Cocok Buat Kulit Kering