Suara.com - Gejala awal depresi sering tidak terlihat. Berbeda jika kamu terkena flu atau pilek, gejalanya pasti jelas seperti batuk, hidung tersumbat, bersin, dan tidak enak badan. Sayangnya, depresi lebih kompleks dari itu.
Kesedihan dan keputusasaan mendalam memang bisa menjadi gejala depresi ringan hingga berat. Namun, ada juga beberapa perilaku aneh yang menjadi tanda tersembunyi jika kamu mengalami depresi.
Perilaku aneh ini biasa muncul saat diri kamu berusaha menyamarkan emosi sehari-hari. Apa saja contohnya?
1. Kamu menyibukkan diri secara berlebihan
Tentu saja, kita semua memiliki jadwal yang padat. Namun seseorang yang mengalami depresi mungkin menggunakan kesibukan terus-menerus sebagai cara untuk menjauhkan diri dari perasaan mereka.
Satu penelitian menemukan bahwa workaholic atau kecanduan kerja sering kali terjadi bersamaan dengan gangguan kejiwaan. Contohnya gejala depresi dan kecemasan.
Pasalnya, kebiasaan bekerja berlebihan menjadi cara bagi mereka untuk mengabaikan atau menghindari masalah menyakitkan yang mungkin berkontribusi terhadap depresi mereka.
2. Kamu tidak merasakan apa pun
Depresi mungkin bukan berarti kesedihan yang ekstrem. Sebaliknya, depresi sering ditunjukkan dengan sikap apatis, atau area abu-abu yang rumit di mana kamu tidak sedih, tetapi juga tidak benar-benar bahagia. Kamu hanya tidak merasakan apa pun.
Baca Juga: 5 Tanda Depresi yang Sering Tak Disadari, Bukan Sekadar Sedih Sesaat
Tidak merasakan apa pun, yang sering digambarkan sebagai tumpulnya emosi atau anhedonia, merupakan gejala depresi yang signifikan.
Dalam kondisi ini, individu mengalami kurangnya kesenangan atau minat dalam aktivitas yang pernah mereka nikmati.
Alhasil, individu akan merasa mati rasa atau hampa secara emosional, bahkan ketika dihadapkan dengan rangsangan positif. Perubahan suasana hati—kesedihan, kemarahan, atau tidak ada emosi sama sekali—terjadi berkelanjutan, bukan sekadar respons emosional terhadap suatu peristiwa.
3. Kamu terus-menerus gelisah ketika tidur
Sangat mudah untuk menyalahkan kurang tidur karena bekerja gingga larut malam. Namun yang jelas, gangguan tidur secara terus-menerus bisa menjadi tanda depresi.
Beberapa orang mungkin kesiangan dan merasa semakin sulit untuk bangun di pagi hari. Sementara yang lain mungkin kesulitan untuk tertidur dan selalu gelisah di ranjang.
Kelelahan yang terus-menerus dapat menimbulkan perasaan cemas dan frustrasi. Jika dibiarkan, kondisi ini semakin memperburuk gejala depresi lainnya yang mungkin kamu alami.
4. Kamu merasa sakit di mana-mana
Depresi dapat memicu gejala-gejala yang menyakitkan seperti sakit kepala, nyeri di sekujur tubuh, dan kelelahan. Dalam beberapa kasus, nyeri mungkin merupakan tanda pertama atau satu-satunya dari depresi.
Rasa sakit dapat memperburuk depresi, yang kemudian dapat memperparah rasa sakit lebih jauh. Tak jarang kondisi ini menciptakan lingkaran setan yang terus-menerus memicu yang lain.
Penelitian dari studi tahun 2023 menunjukkan korelasi yang kuat antara mengalami nyeri tubuh yang meluas dan depresi. Orang yang mengalami depresi sering melaporkan nyeri dan rasa sakit yang samar-samar di sekujur tubuh mereka.
Hubungan ini dianggap dua arah, yang berarti nyeri dapat memperburuk depresi, dan depresi dapat meningkatkan persepsi nyeri.
5. Kamu kesulitan mengambil keputusan
Ketika kamu mulai kesulitan dalam mengambil keputusan, itu bisa menjadi awal tanda depresi. Kondisi ini bisa dijelaskan secara psikologis.
Bagian otak yang memengaruhi motivasi dan pengambilan keputusan terbukti mengalami kehilangan materi abu-abu pada individu yang mengalami depresi. Hal ini dapat menyebabkan keputusan terkecil pun terasa memberatkan.
6. Kamu kehilangan nafsu makan
Setiap perubahan nafsu makan bisa jadi pertanda depresi. Beberapa orang tidak mau makan saat mereka depresi, sedangkan yang lain mungkin mencoba meredakan rasa sakit emosional depresi dengan mencari makanan yang menenangkan.
Begitu pula jika kamu terbiasa makan sehat, lalu tiba-tiba mendapati diri melahap banyak makanan siap saji dan tidak sehat, maka penurunan pola makan ini juga bisa jadi pertanda depresi.
Perubahan nafsu makan yang signifikan, baik mengalami peningkatan atau penurunan asupan makanan, bisa jadi pertanda depresi yang nyata. Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan pola aktivitas otak yang berbeda terkait dengan fluktuasi nafsu makan ini pada individu yang depresi.
Kondisi ini terungkap dalam wilayah otak reward dan interoseptif. Cara otak merespons isyarat makanan bisa berbeda, dan berdasarkan apakah kamu mengalami perubahan nafsu makan terkait depresi.
7. Kamu mudah marah dengan hal kecil
Depresi berkaitan erat dengan kesedihan. Maka jika kamu mulai mudah tersinggung, itu bisa jadi tanda umum depresi yang diabaikan kebanyakan orang.
Hal ini bisa terlihat dari kebiasaan sehari-hari. Contohnya kamu biasa mengantre membeli makanan dengan santai. Namun tiba-tiba, kamu merasa kesal oleh kejadian yang biasanya kamu abaikan, ini bisa menjadi pertanda depresi yang mulai muncul ke permukaan.
8. Kamu menangis tersedu-sedu karena hal yang tidak penting
Masalah-masalah kecil bisa terasa sangat besar ketika kamu mengalami depresi. Alih-alih mengatasinya, respons kamu justru mudah menangis. Waspadalah jika hal-hal kecil sehari-hari membuat kamu mudah banjir air mata.
Meskipun sering menangis, namun menangis tiba-tiba bisa menjadi indikator potensial depresi. Ini memang bukan tanda pasti, mengingat menangis dapat dipicu oleh banyak penyebab.
Namun, sebuah studi tahun 2014 menunjukkan bahwa individu yang depresi mungkin memiliki pola menangis yang berbeda. Contohnya, mereka sering melepaskan emosi lebih sedikit, dan menangis atas hal-hal kecil.
Jika kamu merasa mungkin mengalami depresi, mulailah mencermati pikiran dan perasaan yang mengganggu yang kamu alami. Amati pula perilaku aneg apa pun yang membuatmu merasa merana.
Berita Terkait
-
5 Tanda Depresi yang Sering Tak Disadari, Bukan Sekadar Sedih Sesaat
-
8 Tanda Kamu Tidak Depresi, Tapi Punya Kecerdasan Emosional Tinggi
-
4 Ramuan Warisan Nenek Moyang yang Terbukti Redakan Depresi Ringan
-
Dokter Tirta Ungkap Cara Tepat Hadapi Teman yang Depresi, Jangan Sekali-kali Ucapkan Ini!
-
Kesehatan Mental di Asia Pasifik: Peran Komunitas dalam Mengatasi Depresi dan Kecemasan
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Kapan Waktu Ziarah Kubur Sebelum Ramadan? Ini Bacaan Doa dan Tata Caranya
-
Bukan Sekadar Main Game, Esports Bisa Jadi Sarana Belajar Skill dan Sportivitas
-
Apakah Smart TV Perlu STB? Ini 5 Rekomendasi TV Digital yang Murah tapi Berkualitas
-
Bolehkah Bawa Kasur Lipat Ke Hotel? Cek 7 Rekomendasi Kasur Lipat Praktis Buat Traveling
-
Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
-
7 Pilihan Dry Bag Waterproof 40 Liter Terbaik untuk Tas Siaga Bencana, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Apa Itu Sepeda Kalcer? Ini 5 Rekomendasi dengan Keranjang Kece Low Budget
-
35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
-
Lip Tint Bagus Merk Apa? Ini 7 Rekomendasinya untuk Bibir Cantik dan Sehat
-
Ramalan Shio Hari Kamis 12 Februari 2026, 6 Zodiak China Ini Paling Beruntung