Soal warna, VIVA masih cukup terbatas dengan pilihan sekitar 5–6 shade yang cenderung klasik seperti merah, cokelat, dan pink natural. Ini cocok bagi pengguna yang ingin tampil simpel dan tidak terlalu bereksperimen.
Sementara itu, Wardah tampil lebih fleksibel dengan menyediakan lebih dari 12 varian warna, mulai dari nude, coral, hingga burgundy. Varian ini membuat pengguna lebih leluasa memilih sesuai tone kulit dan acara, baik itu kegiatan kasual, kantor, maupun acara formal.
Pilihan Cerdas untuk Pasar Lokal
Tren penggunaan produk lokal kian meningkat, apalagi sejak pandemi COVID-19 yang mendorong gerakan cinta produk dalam negeri. Produk seperti VIVA dan Wardah menjadi contoh nyata bahwa kualitas kosmetik Indonesia mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Banyak beauty influencer juga mulai menggaungkan pentingnya menggunakan produk yang aman dan bersertifikasi, alih-alih tergoda produk KW atau kosmetik ilegal yang kerap mengandung bahan berbahaya.
Dengan harga di bawah Rp50.000, VIVA dan Wardah membuktikan bahwa produk lokal tetap bisa tampil memukau tanpa mengorbankan kesehatan dan keamanan.
Pilihan tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pengguna: VIVA untuk kamu yang butuh lipstik murah meriah, dan Wardah untuk kamu yang ingin kualitas sedikit lebih unggul namun tetap ramah kantong.
Meningkatnya minat terhadap produk lipstik lokal yang murah dan aman ini menjadi pertanda positif bagi industri kecantikan Indonesia. Saatnya mendukung brand lokal yang berkualitas, dan meninggalkan produk yang tidak jelas asal usulnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai