- Aktif, tidak lemas
- Mata cerah dan bersih
- Nafsu makan baik
- Tidak mengeluarkan lendir atau cairan berlebihan dari hidung
- Kulit dan bulu bersih, tidak rontok parah
- Tidak ada luka bernanah atau infeksi
5. Perhatikan Dokumen & Sertifikat Kesehatan
Kalau membeli dari peternakan atau pasar hewan:
- Tanyakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)
- Pastikan hewan bebas dari penyakit menular seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku)
6. Pilih Sesuai Kemampuan & Keperluan
- 1 ekor kambing = untuk 1 orang
- 1 ekor sapi = bisa untuk 7 orang
Informasi Tambahan
Pemeriksaan hewan kurban di DKI Jakarta akan dilaksanakan selama dua pekan untuk memberikan perlindungan kepada warga yang ini menjalankan ibadah kurban.
"Kami akan mulai melakukan pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan kurban pada 22 Mei hingga 5 Juni 2025," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto dilansir dari ANTARA.
Taufik menyebut pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di tempat-tempat penampungan dan pemotongan hewan kurban (TPnHK) yang ada di wilayah Jakarta Timur.
Pemeriksaan kesehatan ini tentunya dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang masuk ke Jakarta Timur kondisinya sehat dan memenuhi syarat untuk kurban.
Hal ini diatur melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) RI tentang Tata Cara Pengawasan Lalu Lintas Hewan, Produk Hewan, dan Media Pembawa Penyakit Hewan lainnya di dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baca Juga: Update Harga Sapi Kurban Idul Adha 2025, Jangan Kaget Cek Daftar Lengkapnya
"Ini menjadi upaya kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dilakukan penerapan prosedur pemasukan hewan kurban sesuai aturan yang ada," ujar Taufik.
Adapun pemeriksaan kesehatan hewan kurban mencakup usia hewan kurban, kesehatan gigi dan pengecekan penyakit mulut dan kuku (PMK), flu, antraks dan penyakit lainnya. Kemudian juga pemeriksaan tanda-tanda penyakit ataupun cacat fisik yang dapat mempengaruhi kualitas kurban.
"Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilaksanakan langsung ke lokasi penampungan ternak (door to door) . Jika hewan yang diperiksa sehat, maka Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) akan diberikan," jelas Taufik.
Taufik menyebut, jika ditemukan kecurigaan terhadap kasus PMK pada hewan kurban, masyarakat dapat melapor kepada petugas Sudin KPKP wilayah setempat untuk mendapatkan penanganan.
"Kami juga melakukan pengebalan terhadap ternak-ternak eksisting di Jakarta dengan melaksanakan vaksinasi PMK," ucap Taufik.
Sosialisasi Tata Cara Pemotongan dan Penanganan Hewan Kurban bagi panitia hewan kurban akan dilaksanakan pada 21 Mei 2025 di Ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Timur.
Berita Terkait
-
Update Harga Sapi Kurban Idul Adha 2025, Jangan Kaget Cek Daftar Lengkapnya
-
Siapa Saja Orang-orang yang Berhak Menerima Daging Kurban? Berikut Penjelasannya
-
Mudah dan Aman, Rekomendasi Beli Hewan Kurban Online untuk Idul Adha
-
Update Harga Kambing Kurban 2025, Cek Dulu Sebelum Beli Biar Nggak Tekor!
-
Idul Adha 2025 Berpotensi Berbeda? Ini Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara