Wajah sosok tersebut terekspos selama beberapa detik. Para fans mencurigai bahwa orang tersebut adalah si pelaku penembakan.
Polisi amankan penembak: Motif masih misteri
Pihak kepolisian telah mengamankan sosok pelaku penembakan, sebagaimana pernyataan Kejaksaan Agung Jalisco.
Sayangnya, identitas si penembak urung dirilis ke publik. Motif dari penembakan tersebut juga hingga kini masih menjadi misteri yang belum diketahui oleh para fans Marquez.
Kendati demikian, terungkap bahwa sosok pria tersebut sempat mendatangi salon Marquez beberapa waktu sebelum hari penembakan.
Pria itu bahkan pada sehari sebelum penembakan sempat membuat kegaduhan di salon Marquez dan lalu melarikan diri.
Muncul dugaan kuat keterlibatan kartel
Pihak kepolisian setempat berupaya untuk mendalami berbagai motif di balik pembunuhan Marquez.
Tak sedikit pihak masyarakat setempat yang menduga bahwa ada unsur kartel narkoba yang terlibat dalam penembakan tersebut.
Baca Juga: Berapa Tarif Konten Eksklusif Instagram Dilan Janiyar? Dituduh Jual Kesedihan oleh Netizen
Adapun Jalisco yang menjadi lokasi kediaman Marquez adalah daerah yang penuh dengan anggota kartel.
Sebagaimana yang diberitakan oleh Latin Times, identitas si pria diduga sebagai sosok 'El Doble R', seorang tokoh kartel dari Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG) yang kerap membuat publik resah.
El Doble R juga diketahui punya nama asli Ricardo Ruiz Velasco.
Ricardo Ruiz Velasco juga diduga sempat menjalin hubungan asmara dengan Marquez.
Unsur femisida juga jadi kemungkinan motif
Beberapa lembaga aktivisme sosial juga menyoroti bahwa Valeria Marquez dibunuh atas motif femisida, yakni pembunuhan terhadap seorang perempuan karena identitas gender mereka.
Sebelum Valeria Marquez ditembak, ada sosok Yesenia Lara Gutierrez, seorang politisi perempuan yang tengah mencalonkan diri dalam pemilu.
Gutierrez ditembak mati beserta tiga orang lainnya pada Minggu (11/5/2025) yang lalu.
Senasib dengan Marquez, Gutierrez ditembak saat melakukan livestreaming dan kematiannya disaksikan oleh ratusan ribu orang.
Dugaan femisida makin diperkuat dengan temuan Human Rights Watch Americas yang menyoroti kenaikan pembunuhan terhadap perempuan dengan motif serupa.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba
-
15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?
-
Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala
-
Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku
-
Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia
-
Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China
-
Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal
-
Viral Anak Bakar Ayah Hidup-hidup di Medan, Pelaku Diamuk Massa
-
977 Burung Korban Penyelundupan Kembali ke Langit Gunung Rajabasa
-
Proyek LNG Masela Prioritaskan 30 Persen Lapangan Kerja untuk Warga Lokal