Suara.com - Ratna Sari Dewi Soekarno, mantan istri Presiden Soekarno, dan Syahrini mencuri perhatian setelah menghadiri Cannes Film Festival 2025. Keduanya diundang sebagai tamu kehormatan dalam acara bertajuk Listen to Her Parole.
Syahrini sendiri sudah menetap di Singapura sejak menikah dengan Reino Barack. Di sisi lain, Dewi Soekarno sudah lama menetap di Jepang dan dikenal sebagai filantropis di sana. Meski sudah tidak tinggal di Tanah Air, nama keduanya tetap tersohor di Indonesia.
Dua perempuan Indonesia ini juga sempat mengabadikan momen bersama saat bertemu di Cannes. Tak hanya itu, baik Dewi maupun Syahrini membawa nama baik Indonesia hingga meraih penghargaan Listen to Her Parole 2025 dari United Society Council (USC).
Dewi Soekarno mendapatkan penghargaan "Diplomatic Contribution to Women's Empowerment Award". Di sisi lain, Syahrini meraih penghargaan di kategori Outstanding Achievement in Entertainment, Influence, & Global Cultural Impact.
Keduanya juga mengabadikan momen sebelum meraih penghargaan tersebut dalam acara gala dinner Cannes kemarin. Kontribusi keduanya terhadap bidang masing-masing pun diapresiasi oleh USC.
Tak hanya soal penghargaan, warganet juga banyak yang salfok dengan gaun gaun yang digunakan Dewi Soekarno maupun Syahrini karena tampak glamor nan mewah.
Lalu, seberapa kaya kedua wanita yang berhasil tampil di Cannes Film Festival 2025 ini? Simak inilah penjelasannya.
Kekayaan Dewi Soekarno
Ratna Sari Dewi Soekarno merupakan mantan istri dari mendiang Presiden Soekarno. Ia memiliki kewarganegaraan Jepang.
Baca Juga: Apa Itu United Society Council? Beri Syahrini Penghargaan di Cannes
Sejak memulai kehidupan barunya di Tokyo pada tahun 2000-an, Dewi memutuskan untuk menjadi pengusaha di bidang perhiasan dan kosmetik di Negara Sakura.
Salah satu kekayaan yang dimiliki adalah rumah mewah di Shibuya. Rumah mewah itu memiliki 4 lantai. Kini, Dewi tinggal bersama putri semata wayangnya dari pernikahannya dengan Soekarno, Kartika Sari Dewi Soekarno, di rumah tersebut.
Tak hanya bekerja sebagai pengusaha, Dewi juga membentuk yayasan sosial bernama Kartika Soekarno. Ia kerap melakukan penggalangan dana untuk kegiatan filantropisnya.
Reputasinya sebagai filantropis membuatnya dikenal dengan nama Dewi Fujin. Tak jarang sosoknya kerap diundang sebagai narasumber di berbagai televisi Jepang.
Sejak kembali ke Jepang, Dewi juga dikenal sebagai sosialita dan membangun relasi dengan berbagai orang penting di Jepang.
Dewi juga diketahui memiliki berbagai aset di Indonesia, termasuk tanah seluas 3,5 hektar di Jalan Sudirman, Jakarta.
Kekayaan Syahrini
Nama Syahrini mulai tersohor di tahun 2010-an. Kala itu, kariernya sebagai penyanyi melesat setelah berduet bernyanyi dengan Anang Hermansyah. Bahkan, Syahrini sempat menjalin cinta dengan mantan suami Krisdayanti tersebut.
Nama Syahrini semakin melejit usai merilis single dan albumnya yang hits di dunia musik Indonesia. Sosoknya juga dikenal sebagai salah satu penyanyi wanita tersukses dan memiliki kehidupan mewah.
Sebelum menikahi Reino Barack pada 2019, Syahrini memiliki sebuah rumah mewah di Tangerang, Banten. Tak hanya itu, Syahrini juga memiliki berbagai sumber kekayaan, seperti royalti lagu, brand ambassador, bisnis karaoke, dan bisnis fashion.
Namun setelah menikah dengan Reino Barack, kehidupan Syahrini pun berubah. Ia memilih pindah ke Singapura dan tinggal di sebuah apartemen mewah bernama The Tate Residences.
Harga apartemen di kawasan tersebut sangat fantastis, yaitu mulai dari Rp 88,79 miliar hingga Rp 142,45 miliar.
Syahrini juga memiliki apartemen mewah di Tokyo, Jepang yang kerap digunakannya saat berkunjung ke Jepang. Ia pun kerap memamerkan kehidupan mewahnya pasca memutuskan vakum dari dunia hiburan.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Apa Itu United Society Council? Beri Syahrini Penghargaan di Cannes
-
Profil Danny Satriadi, Desainer Gaun Syahrini di Cannes Film Festival 2025
-
Mengintip Chopard: Tempat Syahrini Belanja Berlian, Ternyata Pencipta Piala Cannes Palme d'Or
-
Syahrini Pamer Lagi Privat Shopping Berlian, Netizen Julid ke Jempolnya
-
Dianggap Terlalu Vulgar, 7 Potret Busana Zhao Yingzi yang Membuatnya Diusir dari Cannes 2025
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik