Suara.com - Jenis kulit mengacu pada karakteristik kulit yang menentukan bagaimana kulit beraksi terhadpa berbagai faktor, seperti cuaca, produk perawatan atau perubahan hormonal.
Karakteristik kulit mencakup jumlah minyak atau sebum yang dihasilkan kulit, tingkat kelembapan, dan kepekaan kulit terhadap lingkungan serta produk skincare.
Tipe kulit terbagi menjadi lima kelompok utama, yakni berminyak, kering, kombinasi, normal, dan sensitif. Masing-masing dari tipe itu harus dirawat sesuai dengan kebutuhan kulit supaya tetap terawat.
Namun, tidak semua orang sadar dan tahu jenis kulit mereka. Padahal, ini cukup krusial karena berkaitan dengan bagaimana cara merawatnya.
Empat cara mengidentifikasi tipe kulit dalam waktu satu menit
Dikutip dari laman Nivea, ada empat cara dalam mengidentifikasi jenis kulit, apa saja?
1. Secara visual
Kulit berminyak: Saat berkaca, lihatlah apakah kulit terlihat mengilap terutama di daerah T, yaitu dahi, hidung, dagu. Biasanya pori-pori kulit berminyak juga membesar.
Kulit kering: Periksa apakah ada kulit yang mengelupas, kencang, atau kasar, terutama setelah dibersihkan. Kulit mungkin tampak kusam dan tidak mengilap.
Baca Juga: Kenali Tanda-tanda Kulit Dehidrasi, Ini Bedanya dengan Kulit Kering
Kulit kombinasi: Perhatikan area berminyak di zona-T dengan pori-pori yang terlihat akan kontras dengan area pipi yang lebih kering, bahkan mungkin terasa kasar.
Kulit sensitif: Cari tanda-tanda kemerahan, gatal, atau peradangan, terutama sebagai reaksi terhadap produk atau lingkungan tertentu.
Kulit normal: Kulit biasanya memiliki tekstur dan warna yang sama tanpa adanya area yang mengilap, kering atau tanda kemerahan di wajah.
2. Tes kertas minyak wajah
Menggunakan kertas minyak pada wajah dapat membantu menentukan kadar sebum di kulit. Untuk tes ini, tempelkan kertas di berbagai area wajah di pagi hari sebelum membersihkan wajah.
Kulit berminyak: Kertas akan cepat menyerap sebum berlebih dan akan terlihat residunya.
Kulit kering: Kertas mungkin tidak menyerap banyak minyak, yang menunjukkan kadar sebum rendah.
Kulit kombinasi: Kertas akan menyerap minyak dari zona-T, tetapi terlihat lebih sedikit di bagian pipi.
Kulit normal: Kertas biasanya akan menyerap sedikit minyak, ini menunjukkan keseimbangan produksi sebum tanpa adanya kelebihan maupun kekurangan.
3. Tes sentuh
Tes sentuh bertujuan untuk merasakan tekstur serta tingkat kelembapan di berbagai area wajah. Caranya, sentuhkan ujung jari ke wajah setelah mencuci tangan.
Kulit berminyak: Kulit akan terasa licin dan berminyak ketika disentuh, terutama di area T.
Kulit kering: Kulit akan terasa kencang, kasar atau bersisik. Ini artinya kulit kurang kelembapan.
Kulit kombinasi: Pada area T akan terasa berminyak, sementara di bagian pipi akan terasa kasar atau kering ketika disentuh.
Kulit sensitif: Perhatikan apakah kulit bereaksi negatif terhadap sentuhan seperti menunjukkan tanda kemerahan atau iritasi.
Kulit normal: Saat jari menyentuh kulit, tidak akan terasa terlalu berminyak maupun kering. Teksturnya juga merta serta terasa halus ketika disentuh.
4. Analisa profesional
Jika masih ragu dan ingin mendapatkan analisis yang lebih meyakinkan, Anda bisa melakukannya dengan bantuan dokter kulit untuk penilaian yang lebih akurat.
Dokter juga bisa melakukan tes sekaligus memberi saran terkait jenis skincare yang diperlukan untuk masing-masing jenis kulit.
Jenis kulit bisa berubah seiring waktu
Tipe kulit dapat berubah seiring waktu karena berbagai faktor seperti penuaan, perubahan hormonal, gaya hidup, dan kondisi lingkungan.
Misalnya, saat remaja memiliki tipe kulit berminyak karena fluktuasi hormonal, lalu ketika dewasa kulit menjadi kering karena usia bertambah akibat produksi minyak menurun.
Selain itu, faktor seperti kehamilan, pola makan, paparan polusi juga dapat memengaruhi serta mengubah jenis kulit dari waktu ke waktu.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta
-
7 Hal yang Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
10 Menu Buka Puasa Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan dan Perkembangan Janin
-
Anti-Mainstream! Fuji dan Erika Carlina Bocorkan Tempat Ngabuburit Kece di Tepi Laut Jakarta
-
Doa Apa yang Perlu Dibaca saat Zakat Fitrah?
-
4 Niat Zakat Fitrah, untuk Diri Sendiri hingga untuk Keluarga
-
Apa Hukum Meminta THR dalam Islam? Jangan Memaksa, juga Jangan Menolak