Suara.com - Media sosial tanah air digegerkan pengumuman mengejutkan dari restoran legendaris Ayam Goreng Widuran Solo. Setelah lebih dari lima dekade beroperasi dan dikenal luas sebagai destinasi kuliner keluarga, restoran ini secara terbuka menyatakan bahwa hidangan yang mereka sajikan adalah nonhalal. Kabar ini sontak viral setelah akun Instagram resmi @ayamgorengwiduransolo mengunggah pengumuman pada Jumat, 24 Mei 2025 lalu.
Dalam unggahan tersebut, pihak manajemen Ayam Goreng Widuran Solo menyatakan secara gamblang, "Sebagai langkah awal, kami telah mencantumkan keterangan Non Halal secara jelas di seluruh outlet dan media sosial kami." Pengakuan ini, datang setelah 52 tahun restoran berdiri, menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan banyak pelanggan setianya.
Selama ini, Ayam Goreng Widuran Solo, yang berlokasi di Jl. Sutan Syahrir No.71, Solo, dikenal luas dengan menu andalannya seperti satu ekor ayam kampung kremes, paha dan dada ayam, kepala ayam, rempela ati, hingga nasi box lengkap. Banyak yang mengira restoran ini menyajikan makanan halal, mengingat popularitasnya sebagai tempat makan keluarga.
Pengumuman ini segera menjadi perbincangan panas di platform X (sebelumnya Twitter) setelah akun @halalcorner mengunggah tangkapan layar informasi tersebut dengan narasi "Ayam Widuran Solo, fix haram." Reaksi publik pun beragam, mulai dari rasa terkejut, kecewa, hingga merasa tertipu.
Beberapa konsumen, terutama yang beragama Islam, meluapkan kekecewaan mereka di Google Review. Mereka merasa "terjebak dan dibohongi" lantaran sebelumnya tidak ada informasi atau label "nonhalal" yang terpampang jelas di warung makan tersebut.
Salah satu local guide, Teguh Budianyo, menceritakan pengalamannya empat bulan lalu saat singgah di Ayam Goreng Widuran Solo. Ia mengaku terlanjur memesan satu ekor ayam, dan saat itu keluarganya yang mengenakan hijab tidak diinformasikan bahwa makanan di sana nonhalal. "Penjual tidak jujur," tulis Teguh dalam ulasannya.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Yuyun Novita. "Jujur rasanya emang enak aku sama suami sampe girang banget saking senengnya nemu ayam kampung tapi rasanya bisa seenak ini," tulis Yuyun. Namun, ia melanjutkan, "yang bikin shock ternyata makanan di sini engga halal. Padahal saya makan disana memakai hijab. Kenapa pegawainya tidak ada yg memberi tahu saya???? Jika memang disitu makanannya tidak halal harusnya ditulisin dong “non halal” atau mungkin jika ada pembeli yg memakai hijab datang kesana pegawainya memberi tahu."
Implikasi Hukum dan Permohonan Maaf Manajemen
Kasus ini juga menarik perhatian dari perspektif hukum. Advokat Komardin, melalui akun TikToknya @advokat_progresif, menilai bahwa tindakan pemilik Ayam Goreng Widuran Solo berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Produk Halal. Menurutnya, regulasi tersebut secara tegas mewajibkan semua pelaku usaha untuk mencantumkan status halal atau nonhalal pada produk mereka. "Jadi menurut saya sangat aneh, Ayam Goreng Widuran yang digemari banyak orang tidak mencantumkan label non halal. Baru bulan-bulan ini mencantumkan non halal, itu tidak fair," tegas Komardin.
Baca Juga: Pelatih Malaysia Tanggapi Wacana 11 Pemain Asing di Liga 1 Musim Depan
Menanggapi kegaduhan yang meluas, pihak manajemen Ayam Goreng Widuran Solo telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui akun Instagram mereka pada Sabtu (24/5/2025).
Dalam unggahan tersebut, manajemen menulis: "PEMBERITAHUAN Kepada seluruh pelanggan Ayam Goreng Widuran, Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang beredar di media sosial belakangan ini. Kami memahami bahwa hal ini menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Sebagai langkah awal, kami telah mencantumkan keterangan NON-HALAL secara jelas di seluruh outlet dan media sosial resmi kami. Kami berharap masyarakat dapat memberi kami ruang untuk memperbaiki dan membenahi semuanya dengan itikad baik. Hormat kami, Manajemen Ayam Goreng Widuran"
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Berapa Harga Ayam Goreng Widuran Solo? Viral Baru Umumkan Nonhalal
-
BRI Liga 1: Ramadhan Sananta Ingin Beri Perpisahan Manis untuk Persis Solo
-
Daftar Kode redeem Solo Leveling Arise Terbaru Mei 2025 dan Cara Klaimnya
-
Analisis Kekuatan Thomas Andre vs Sung Il Hwan di Anime Solo Leveling, Kuat Siapa?
-
Skandal Patwal: Wanita Ini Gunakan Pengawalan Polisi Hanya untuk Janji Nail Art?
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari Ini 26 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Inspiratif, Kisah Suli dan Komunitas TWS Gagas Bantuan Seumur Hidup untuk Guru Honorer di NTT
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026 dengan Kuota Terbanyak, Aman Buat War Tiket!
-
Kampung Ramadan Wedomartani, DRW Skincare Hadirkan Berbagi dan Pemberdayaan UMKM
-
6 Sepatu Sandal Unisex Paling Nyaman dan Stylish untuk Acara Ramadan
-
Jadwal Pengisi Ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM, Akhir Pekan Ada Menkeu Purbaya
-
THR Lebaran 2026 Karyawan Swasta Paling Lambat Tanggal Berapa? Simak Ketentuannya
-
Lengkap! Jadwal Menu Buka Puasa dan Sahur Gratis di Masjid Kampus UGM Selama Ramadan
-
Jejak Pendidikan Alex Noerdin: Pernah Ikut Program Harvard hingga Kena Kasus Korupsi
-
Parfum Siang vs Malam: Beda Waktu, Beda Aura, Beda Karakter Wangi