Suara.com - Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima, sekaligus menjadi puncak perjalanan spiritual bagi umat Muslim.
Setiap tahunnya, jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia menantikan kesempatan untuk bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci, termasuk dari Indonesia, negara dengan jumlah jemaah haji terbanyak di dunia.
Namun, karena adanya pembatasan kuota dari pemerintah Arab Saudi, Indonesia menerapkan sistem antrean bagi para pendaftar haji. Sistem ini dikenal dengan istilah porsi haji, yang menjadi penentu kapan seseorang bisa diberangkatkan.
Bagi masyarakat yang telah mendaftarkan diri, mengetahui cara mengecek porsi haji secara online menjadi hal penting agar bisa mengetahui estimasi tahun keberangkatan.
Selain itu, agar mempersiapkan segala sesuatunya secara matang, mulai dari aspek spiritual, kesehatan, hingga finansial.
Keutamaan Menunaikan Haji
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Haji yang mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi motivasi utama bagi umat Muslim untuk berusaha melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya.
Tak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menyempurnakan keislaman seseorang.
Baca Juga: Masih Tak Menyangka Bisa Berangkat Haji, Ruben Onsu Menangis Sampai Matanya Bengkak
Oleh karena itu, proses administrasi haji seperti pengecekan porsi keberangkatan menjadi bagian dari ikhtiar serius seorang calon jemaah dalam menyambut panggilan suci ini.
Nomor Porsi Haji
Sebelum mengetahui cara mengecek porsi haji secara online, pahami dulu sebaik-baiknya apa itu nomor porsi haji.
Nomor porsi haji adalah nomor antrean resmi yang diberikan kepada calon jemaah haji setelah mereka menyetor dana awal biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) melalui bank penerima.
Nomor ini terdiri dari 10 digit dan tercantum dalam bukti setoran awal yang diterima jemaah dari bank.
Nomor ini sangat penting karena menjadi kunci untuk mengetahui kapan calon jemaah akan diberangkatkan.
Semakin kecil nomor porsi (artinya mendaftar lebih awal), maka semakin dekat pula estimasi tahun keberangkatan.
Tag
Berita Terkait
-
Masih Tak Menyangka Bisa Berangkat Haji, Ruben Onsu Menangis Sampai Matanya Bengkak
-
Biaya Haji Plus 2025 dan Fasilitas yang Didapat, Solusi Ibadah Lebih Nyaman dan Tak Lama Antri
-
Jika Salah Satu Rukun Haji Tertinggal Apakah Sah Ibadahnya? Ini Penjelasannya
-
15 Daftar Oleh-oleh Haji Khas Mekkah dan Madinah yang Bernilai Religi
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Hukum Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan
-
Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Ramadan, Lengkap dengan Hukumnya Jika Digabung
-
10 Ciri-Ciri Kolesterol Naik yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya
-
Jadwal Operasional Kantor Pos dan Ekspedisi Pasca Lebaran 2026
-
Bacaan Niat Puasa Syawal 6 Hari dan Tata Caranya
-
5 Contoh Sambutan Halal Bihalal RT Lebaran 2026: Singkat, Sopan, dan Menyentuh Hati
-
11 Kontroversi Irawati Puteri Penerima LPDP, Diduga Kerja Tanpa Lisensi
-
5 Rekomendasi Tablet dengan SIM Card Murah 2026, Cek di Sini!
-
Viral Video Pawai Takbiran Azab Korupsi MBG di Lombok, Ada Siksa Kubur
-
Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah