Suara.com - Jakarta selalu punya cara unik untuk menyambut para pencari pengalaman baru. Di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) menyuguhkan kejutan yang berbeda, sebuah pertunjukan musikal kontemporer bertajuk Batavia Tales, yang tak hanya menghibur tetapi juga mengajak kita menyusuri lorong sejarah kota tua Batavia.
Diselenggarakan di Alun-alun Batavia PIK, pertunjukan ini menghidupkan kembali kisah-kisah dari masa kolonial Belanda antara tahun 1890 hingga 1910 dalam balutan musikal modern yang segar.
Dengan format tetralogi, Batavia Tales menghadirkan delapan karakter fiksi yang kisahnya dirajut dalam jalinan romansa, persahabatan, perjuangan, dan petualangan yang menggugah.
Disutradarai dan ditulis oleh Mia Johannes (mhyajo), seniman berbakat yang telah lama dikenal lewat karya-karya teatrikal yang memadukan nilai lokal dan estetika internasional, pertunjukan ini tampil bukan hanya sebagai hiburan akhir pekan, tetapi juga sebagai jembatan antara generasi masa kini dan sejarah yang mulai terlupa.
Dalam tiap episodenya, kita akan diajak menyelami perspektif dua tokoh utama yang berbeda, menciptakan kedalaman naratif yang jarang ditemukan dalam pertunjukan sejenis.
Yang membedakan Batavia Tales dari musikal lain adalah setting-nya yang imersif dan menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Latar visual yang dipilih bukan panggung konvensional, tetapi kawasan ikonik Batavia PIK itu sendiri.
Mulai dari kanal-kanal yang dilintasi kapal, megahnya Jembatan Kota Intan, replika kapal Phinisi yang eksotis, hingga Pasar Rakjat yang riuh oleh warna dan aroma khas pasar Nusantara. Semuanya dihadirkan bukan hanya sebagai dekorasi, melainkan sebagai bagian dari narasi itu sendiri.
Pertunjukan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya tiket, menjadikannya sebagai salah satu atraksi budaya paling inklusif di Jakarta. Bahkan sebelum musikal dimulai, penonton telah disuguhi dancing water show di sepanjang Jembatan Kota Intan.
Ini adalah sebuah tarian air mancur yang dipadu dengan musik dan cahaya dramatis. Pertunjukan pembuka ini telah menarik lebih dari 40.000 pengunjung dari berbagai kota dan negara, memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap konsep wisata budaya yang inovatif.
Baca Juga: Kebun Jati Pancawati, Spot Camping dan Piknik di Caringin Bogor
Namun Batavia Tales tidak hadir begitu saja. Produksinya telah melalui proses panjang sejak tahun 2024, dimulai dari riset sejarah, penulisan naskah, hingga pelatihan intensif para pemain yang berasal dari berbagai daerah seperti Jawa dan Sumatra.
Proses audisi dilakukan secara terbuka, dan Batavia PIK bahkan menyediakan ruang latihan sebagai bentuk nyata komitmen terhadap pengembangan seni budaya lokal.
Menurut Mia Johannes, Batavia Tales adalah tentang bagaimana cerita-cerita dari masa lalu bisa tetap relevan dan menyentuh masyarakat masa kini.
“Kami ingin nilai-nilai sejarah dan budaya Nusantara terus hidup dan dikenal. Tidak hanya melalui buku, tapi lewat pertunjukan yang bisa dirasakan langsung oleh penonton,” ujarnya.
Anwar Salim, Director of Operating Units Amantara, menegaskan bahwa Batavia Tales adalah bagian dari upaya besar menjadikan PIK bukan hanya sebagai destinasi kuliner dan rekreasi, tetapi juga sebagai poros baru bagi wisata budaya di Jakarta.
Visi ini juga digaungkan oleh Natalia Kusumo, CEO Amantara, Agung Sedayu Group, yang percaya bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan dan membuka ruang kolaborasi lintas generasi serta budaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
Terkini
-
Rudal Balistik Iran Hantam Pasukan AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar
-
Tinted Lip Balm Hanasui untuk Kulit Sawo Matang Shade Berapa? Cek Ulasannya
-
Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?
-
5 Merek Sepatu Sekolah Paling Awet untuk Remaja, Mulai Rp100 Ribuan
-
Bos BCA Titip Pesan Buat Calon Gubernur Bank Indonesia Baru, Apa Isinya?
-
Tak Perlu Takut! Umrah Mandiri Bareng Keluarga Tak Bisa Dipidana
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Era Baru Les Blues! Bienvenue, Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis
-
Apa Pelembap Bisa Mengencangkan Kulit Kendur? Ini 3 Rekomendasi untuk Usia 50 Tahun
-
Bobotoh Bikin Terharu, Mariano Peralta Siap Beri Segalanya untuk Persib