Rumah Joglo biasanya memiliki pendopo sebagai ruang utama untuk menyambut tamu, menggelar pertunjuka seni, atau upacara adat. Pendopo biasanya didirikan di tengah bangunan dan menjadi area terbuka tanpa dinding.
Sedangkan di belakang pendopo biasanya terdapat ruang pringgitan, dalem, dan senthong yang bersifat lebih privat. Tata letak ruangan dalam rumah Joglo mencerminkan struktur sosial keluarga.
Sementara itu, rumah limasan memiliki desain yang lebih simetris dan sederhana. Bentuk atapnya berupa atap pelana dan limas yang menyatu, menciptakan kemiringan atap yang landai namun kokoh.
Desain rumah limasan sangat sesuai dengan iklim tropis karena memudahkan sirkulasi udara dan mengalirkan air hujan dengan baik.
Ruangan dalam rumah limasan juga lebih fleksibel dan fungsional. Biasanya terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, dan dapur. Selain itu, ciri khas rumah limasan adalah tanpa banyak pembagian simbolis seperti Joglo.
Perbedaan Bahan Bangunan Rumah Joglo dan limasan
Bahan bangunan juga menjadi pembeda utama antara rumah Joglo dan limasan. Rumah Joglo yang merupakan hunian kalangan atas biasanya dibangun dengan material terbaik.
Bahan utama rumah Joglo adalah kayu jati yang terkenal kuat, tahan lama, dan tahan terhadap serangan rayap. Kayu jati digunakan untuk pilar, balok, lantai, hingga ukiran pada pintu dan jendela.
Dinding rumah Joglo bisa terbuat dari kayu, bata, atau kombinasi keduanya. Sedangkan untuk atap, rumah Joglo normalnya memakai genteng tanah liat. Namun ada juga rumah Joglo versi mewah yang memakai genteng tembaga atau sirap kayu berkualitas tinggi sebagai atap.
Baca Juga: Intip Desain Rumah Minimalis 3 Kamar, Plus Ongkos Tukang Bangunan di Bandung
Sementara itu, rumah limasan dibangun dengan mempertimbangkan efisiensi dan ketersediaan material lokal. Kayu yang digunakan bisa berupa jati, tetapi juga sering menggunakan kayu nangka, mahoni, atau glugu (kayu kelapa).
Untuk dinding, mayoritas rumah limasan memanfaatkan anyaman bambu atau gedheg. Beberapa rumah limasan ada yang memakai tembok dari batu bata dan plester kapur.
Sementara itu, bagian atap rumah limasan umumnya menggunakan genteng tanah liat biasa, atau bahkan ijuk atau daun kelapa untuk versi yang lebih sederhana.
Pada intinya, rumah Joglo lebih mengedepankan estetika dan simbol status. Sedangkan rumah limasan lebih menekankan fungsionalitas dan kemudahan dalam pembangunan.
Ketahanan dan Relevansi di Masa Kini
Menariknya, baik rumah Joglo maupun limasan dikenal memiliki ketahanan struktural yang tinggi. Tiang-tiang besar pada rumah Joglo membuatnya tahan terhadap gempa bumi. Sedangkan bentuk atap limasan tahan angin dan hujan deras.
Kedua rumah tradisional Jawa ini juga memiliki ventilasi alami yang baik, sehingga sangat cocok dengan iklim tropis Indonesia.
Di masa kini, rumah Joglo banyak diadopsi untuk desain resor, hotel, villa, atau rumah modern dengan sentuhan tradisional. Sementara rumah limasan semakin digemari karena konstruksinya yang hemat biaya dan ramah lingkungan.
Banyak arsitek sekarang senang mengombinasikan gaya rumah Joglo atau limasan dengan material modern, seperti baja ringan dan kaca, tanpa menghilangkan bentuk dasarnya.
Perbedaan rumah Joglo dan limasan bisa menjadi pertimbangan jika kamu ingin membuat rumah tradisional Jawa. Keduanya sama-sama menawarkan desain rumah tradisional yang sarat filosofis, tanpa meninggalkan kualitas desain, fungsional, dan kekokohan.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Intip Desain Rumah Minimalis 3 Kamar, Plus Ongkos Tukang Bangunan di Bandung
-
3 Inspirasi Desain Rumah Type 45 Kekinian untuk Keluarga Kecil
-
7 Desain Rumah Joglo Modern Minimalis: Bisa 2 Lantai, Estetik dan Fungsional
-
6 Jasa Desain Rumah Bogor Terpercaya hingga Kelas Internasional
-
Model Desain Rumah Tipe 36 Minimalis Terasa Luas, Ada Halaman Belakang
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai