Suara.com - Di Indonesia, kita terbiasa hidup berdampingan dengan berbagai pemeluk agama. Di momen Idul Adha, timbul pertanyaan tentang bagaimana pandangan Islam terhadap daging kurban yang diberikan oleh orang non-Muslim. Lantas bagaimana hukum menerima daging kurban dari non-Muslim?
Sebagian dari mereka mungkin menunjukkan rasa hormat atau kepedulian dengan memberikan daging hewan yang mereka sebut sebagai kurban.
Masalah seperti ini tidak hanya menyangkut soal hukum fikih, tetapi juga menyentuh nilai-nilai sosial dan toleransi antar umat beragama.
Di satu sisi, Islam mengajarkan umatnya untuk menjunjung tinggi persaudaraan kemanusiaan, namun di sisi lain ada ketentuan syariat yang harus dijaga, khususnya terkait ibadah.
Terkait hukum menerima daging kurban dari non-Muslim, Buya Yahya melalui ceramahnya dalam saluran YouTube Al Bahjah TV memberikan pandangan mendalam dan bijak. Berikut penjelasan selengkapnya.
Hukum Menerima Hadiah dari Non-Muslim
Menurut Buya Yahya, secara umum tidak ada larangan bagi umat Islam untuk menerima hadiah dari non-Muslim.
Salah satu contohnya adalah ketika Nabi Muhammad SAW menerima pemberian dari seorang wanita Yahudi.
Meskipun hadiah tersebut ternyata beracun, hal ini menjadi bukti bahwa menerima pemberian dari non-Muslim itu diperbolehkan
Baca Juga: Dulu Sempat Ribut dengan Pak RT Gegara Kurban, Dewi Perssik Kini Bisa Tenang Potong Sapi di Rumah
Saat menerimanya, hadiah harus dilihat dari niat dan konteksnya. Jika dilakukan dengan niat baik sebagai bentuk persahabatan atau toleransi, maka hal itu diperbolehkan.
Hukum Menerima Daging Kurban dari Non Muslim
Selanjutnya, Buya Yahya menekankan bahwa ibadah kurban adalah bagian dari syariat Islam yang tidak berlaku bagi pemeluk agama lain.
Sehingga, bila non-Muslim melakukan penyembelihan dengan tujuan kurban, hal itu tidak diterima sebagai ibadah kurban dalam Islam, sebab ketentuan kurban hanya berlaku bagi Muslim.
"Mereka memberikan kurban, boleh kita terima, tapi enggak jatuh kurban. Karena apa? Tidak sunnah bagi dia kurban, karena kurban hanya untuk orang Muslim," tutur Buya Yahya.
Meski begitu, daging dari hewan tersebut tetap bisa dimanfaatkan dan dikonsumsi oleh umat Muslim, selama hewan itu disembelih dengan cara yang sesuai atau tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
7 Jersey Original Murah Piala Dunia 2026: Mulai Rp300 Ribuan, Asli Adidas dan Nike!
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size
-
3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional
-
Apa Itu Projection dalam Parfum? 3 Merek Lokal Ini Aromanya Tercium hingga 2 Meter
-
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Ini Tanggal, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
-
5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya
-
Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya