Dekatkan Mereka dengan Alam
Cara terbaik untuk peduli pada sesuatu adalah mengenalnya. Habiskan waktu bersama anak-anak di luar ruangan. Amati burung. Pelajari jenis pohon. Jalan-jalan di hutan kota. Biarkan mereka mencium aroma tanah, mendengar suara air, melihat kupu-kupu dari dekat. Anak-anak (dan orang dewasa!) lebih mudah peduli pada hal yang mereka sentuh dan alami langsung.
Zena Burgess, CEO Australian Psychological Society, menekankan pentingnya membangun komunitas lewat langkah-langkah kecil yang penuh arti. Dalam situasi sesulit apa pun, tindakan bisa jadi penawar dari rasa putus asa.
Jika anakmu suka laut, ajak ia menyelam, membersihkan pantai, atau menonton dokumenter tentang kehidupan bawah air. Tanyakan padanya, "Apa yang bisa kita lakukan bersama agar laut tetap indah?"
Buat Menyenangkan
Hidup berkelanjutan bukan hanya soal pengorbanan. Ia juga bisa menyenangkan. Bermain setelah bersih-bersih. Tertawa setelah menanam pohon. Merayakan perubahan kecil.
Gameau percaya bahwa di tengah keterbatasan, manusia punya kapasitas luar biasa untuk berinovasi. “Ada sesuatu yang indah tentang jiwa manusia, khususnya saat ia terpojok dan inovasi serta kreativitas dilepaskan,” ujarnya. Dan memang, perubahan besar dimulai dari ruang kecil—dapur rumah, taman belakang, sekolah dasar di ujung jalan.
Anak-anak tidak bertanggung jawab memperbaiki dunia. Tapi mereka berhak tumbuh dalam dunia yang diperbaiki oleh orang dewasa di sekitarnya.
Baca Juga: Krisis Iklim Mencuri Masa Depan: Generasi Muda Jadi Korban Utama Bencana Alam
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
5 Spot Treatment untuk Atasi Flek Hitam dan Kerutan, Mulai Rp50 Ribuan
-
5 Sepeda Lipat Listrik untuk Mobilitas Harian, Gesit di Jalanan Kota
-
5 Rekomendasi Bedak Tabur untuk Mengontrol Sebum, Wajah Bebas Kilap Seharian
-
Bye Wajah Kusam, Ini 5 Sunscreen untuk Meratakan Warna Kulit di Indomaret Mulai Rp20 Ribu
-
Heboh! KBBI Definisikan Sawit Sebagai Pohon, Kriterianya Sudah Sesuai?
-
Umur 40 Cocoknya Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 7 Pilihan yang Bikin Awet Muda dan Fresh
-
5 Bedak Tabur untuk Kulit Kering Harga Terjangkau, Semua di Bawah Rp100 Ribu
-
Apakah Retinol dan Vitamin C Bisa Dipakai Bersamaan? Ini 3 Bahan Aktif yang Tak Boleh Digabung
-
Apakah Sepatu Sneakers Bisa untuk Lari? Awas Cedera, Ini Rekomendasi Running Shoes yang Aman
-
Paradoks Pekerja Indonesia: Paling Bahagia se-Asia Pasifik, Tapi Diam-Diam Banyak yang Burnout