Dalam setiap kesempatan, Dedi Mulyadi memilih berbicara dengan bahasa sehari-hari yang terkesan natural dan jenaka. Ia sering bercanda dengan warga, memakai istilah lokal, dan menghindari jargon birokrasi yang kaku.
Hal ini membuatnya mudah diterima di berbagai kalangan, terutama masyarakat pedesaan. Gaya bicara yang sederhana menjadi kekuatan politiknya, karena memperkuat citra bahwa ia adalah bagian dari rakyat, bukan elite yang terpisah.
4. Banyak Penggemar, Tak Lepas dari Kontroversi
Meski dipuji, Dedi kerap dikritik karena beberapa kebijakan kontroversial, salah satunya program barak militer untuk anak-anak.
Pendukung menyebut program ini melatih disiplin, sementara pihak lain menilai kebijakan ini riskan memengaruhi psikologis anak yang masih dalam tahap tumbuh sebagai warga sipil.
5. Figur Populis di Tengah Peta Politik Dinamis
Dedi adalah gambaran politisi yang menggunakan pendekatan emosional dan simbolik untuk membangun kepercayaan publik. Meski belum menembus level nasional secara penuh, gayanya memperlihatkan bagaimana populisme bisa menjadi kekuatan politik yang efektif jika digunakan secara konsisten dan bijak.
Dedi Mulyadi adalah contoh pemimpin populis modern — dekat dengan rakyat, penuh empati, tapi juga tak lepas dari sorotan tajam soal motif politik di balik aksinya.
Gaya populisme seperti ini memancing perdebatan: benarkah ini wujud ketulusan, atau sekadar strategi pencitraan jangka pendek?
Baca Juga: Dedi Mulyadi Hapus PR untuk Siswa: Strategi Pendidikan atau Sekadar Dorongan Populis Semata?
(Mauri Pertiwi)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Scrub Wajah Boleh Dipakai Setiap Hari? Ini 6 Pilihan Murah untuk Atasi Kulit Kusam
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Dehidrasi, Bikin Wajah Sehat dan Lembap
-
5 Bedak untuk Samarkan Tanda Penuaan Usia 55 Tahun, Hasil Makeup Tidak Crack
-
Ressa Anak Denada dengan Siapa? Akhirnya Diakui sebagai Putra Kandung
-
10 Ide Hampers Imlek 2026 yang Elegan dan Bermakna, Cocok untuk Orang Terdekat
-
Kumpulan Promo Superindo Jelang Ramadan, Daging Ayam Murah Mulai Rp5 Ribuan
-
5 Lip Balm yang Mengandung Vitamin C dan SPF untuk Mencerahkan Bibir Hitam
-
Untung Rugi Investasi Emas Digital, Opsi Menarik di Tengah Harga Fisik yang Terus Melonjak
-
Apa Arti Label Dermatologist Recommended Pada Skincare? Ini Rekomendasi Produknya!
-
5 Rekomendasi Tas Anti Air Wanita Murah Mulai Rp70 Ribuan Saja