Suara.com - Dalam pencarian hunian idaman, kita seringkali terpaku pada desain interior yang menawan, fasilitas modern, atau lingkungan yang asri. Namun, bagi penganut Feng Shui, seni kuno Tiongkok dalam menata lingkungan untuk mencapai harmoni dengan energi alam, lokasi rumah jauh lebih dari sekadar alamat. Ia adalah fondasi yang menentukan aliran chi (energi vital) ke dalam kehidupan penghuninya, memengaruhi kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan.
Bukan berarti setiap lokasi "terlarang" adalah kutukan. Sebaliknya, pemahaman tentang lokasi-lokasi ini membantu kita membuat pilihan yang lebih bijak atau mencari solusi penangkal yang tepat. Mari kita selami beberapa lokasi rumah yang dianggap kurang ideal menurut prinsip Feng Shui, agar Anda dapat menimbang dan mengambil keputusan terbaik untuk hunian Anda.
1. Rumah Menghadap Persimpangan Jalan (T-Junction atau Y-Junction): Ketika Energi Terlalu Agresif
Salah satu lokasi yang paling sering disebut-sebut dalam Feng Shui sebagai pantangan adalah rumah yang langsung menghadap persimpangan jalan, baik berbentuk 'T' (T-Junction) maupun 'Y' (Y-Junction). Bayangkan sebuah anak panah tajam yang menunjuk langsung ke arah rumah Anda. Dalam Feng Shui, ini diibaratkan sebagai Sha Chi atau "energi pembunuh" yang agresif dan menusuk.
Mengapa demikian? Lalu lintas yang bergerak lurus dan cepat menuju rumah menciptakan aliran energi yang terlalu kuat dan tidak stabil. Ini dapat membawa ketidakberuntungan, konflik, masalah kesehatan, bahkan kecelakaan bagi penghuni. Selain itu, kebisingan dan polusi dari lalu lintas juga secara fisik mengurangi kenyamanan dan kualitas hidup.
Jika Anda terlanjur tinggal di lokasi seperti ini, ada beberapa penangkal yang bisa diterapkan. Penempatan cermin bagua (cermin segi delapan) di atas pintu utama, penanaman pohon atau semak belukar yang rimbun di halaman depan untuk memecah energi, atau pembangunan tembok kecil sebagai pembatas visual dapat membantu mengalihkan atau memperlambat aliran chi yang terlalu agresif.
2. Rumah Berada di Ujung Jalan Buntu (Cul-de-sac): Energi yang Terjebak dan Stagnan
Bertolak belakang dengan persimpangan yang terlalu agresif, rumah di ujung jalan buntu (cul-de-sac) memiliki tantangan yang berbeda. Meskipun sering dianggap lebih tenang dan aman karena minim lalu lintas, dalam Feng Shui, lokasi ini dapat menyebabkan chi menjadi stagnan atau terperangkap.
Energi perlu mengalir dan berputar dengan bebas. Di ujung jalan buntu, chi cenderung menumpuk tanpa jalan keluar yang lancar, menyerupai air yang tergenang. Hal ini bisa berdampak pada kemandekan dalam berbagai aspek kehidupan penghuni, seperti kesulitan finansial, masalah karir, atau bahkan kurangnya semangat hidup.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Pompa Air untuk Rumah 2 Lantai, Sedotan Stabil dan Mesin Awet
Untuk mengatasi stagnasi energi, penting untuk menjaga halaman depan rumah tetap rapi dan terawat. Penempatan fitur air yang bergerak (seperti kolam kecil atau air mancur) di area yang tepat dapat membantu mengaktifkan aliran chi. Memastikan pencahayaan yang cukup dan penggunaan warna-warna cerah di eksterior juga bisa menjadi solusi untuk menarik energi positif.
3. Rumah Dekat Rumah Sakit, Kuburan, atau Krematorium: Aura Yin yang Dominan
Lokasi rumah yang berdekatan dengan tempat-tempat yang berhubungan dengan kematian, penyakit, atau kesedihan, seperti rumah sakit, kuburan, atau krematorium, dianggap tidak menguntungkan menurut Feng Shui. Tempat-tempat ini memancarkan energi Yin yang sangat kuat dan seringkali sedih atau berat.
Tinggal terlalu dekat dengan lokasi-lokasi ini dapat membuat penghuni merasa tertekan, mudah sakit, atau kurang bersemangat. Energi negatif dari tempat-tempat tersebut dapat meresap ke dalam rumah dan memengaruhi keseimbangan energi penghuninya, membawa suasana muram atau bahkan menarik nasib buruk.
Jika Anda tinggal di dekat lokasi-lokasi ini, penting untuk menciptakan batas pelindung yang kuat. Penanaman pohon atau pagar tinggi yang lebat dapat membantu memblokir pandangan dan menyaring energi negatif. Penggunaan elemen-elemen Yang yang kuat di dalam rumah, seperti pencahayaan terang, warna-warna cerah, dan aktivitas yang positif, juga dapat membantu menyeimbangkan energi.
4. Rumah di Bawah Jembatan Layang atau Jalan Tol: Tekanan dan Energi yang Cepat Menghilang
Rumah yang terletak persis di bawah jembatan layang atau jalan tol juga dianggap kurang ideal. Secara fisik, struktur jembatan di atas kepala dapat menimbulkan perasaan tertekan atau terhimpit bagi penghuni. Secara energik, aliran kendaraan yang cepat di atas kepala menciptakan chi yang terlalu cepat dan tidak stabil.
Energi yang terlalu cepat akan sulit untuk menetap di dalam rumah, sehingga keberuntungan dan kesejahteraan cenderung "mengalir pergi" dengan cepat. Ini dapat bermanifestasi dalam kesulitan keuangan yang terus-menerus, masalah kesehatan yang tidak kunjung sembuh, atau perasaan tidak aman dan gelisah.
Menambah elemen tanah yang kuat di sekitar rumah, seperti batuan besar atau taman yang kokoh, dapat membantu "menarik" energi ke bawah dan menstabilkannya. Pencahayaan yang hangat dan suasana yang nyaman di dalam rumah juga penting untuk menciptakan rasa aman dan tenang.
5. Rumah yang Terhimpit di Antara Dua Bangunan Tinggi: Kurangnya Dukungan dan Tekanan
Jika rumah Anda diapit oleh dua bangunan yang jauh lebih tinggi dan besar, seperti gedung pencakar langit atau blok apartemen tinggi, ini bisa menjadi masalah Feng Shui. Kondisi ini disebut sebagai "terjepit" atau "tercekik."
Secara visual, rumah akan terasa kecil dan tidak signifikan. Secara energik, bangunan-bangunan tinggi di sisi kiri dan kanan dapat menghalangi aliran chi yang sehat ke dalam rumah, menciptakan tekanan dan rasa terisolasi. Ini dapat berdampak pada kurangnya dukungan dalam hidup, kesulitan dalam mencapai tujuan, atau perasaan tidak berdaya.
Meningkatkan pencahayaan di dalam rumah, baik alami maupun buatan, dapat membantu mengatasi rasa terhimpit. Menambahkan elemen kayu yang tumbuh tinggi di halaman depan atau belakang juga dapat menciptakan ilusi ketinggian dan dukungan.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Program 3 Juta Rumah Prabowo Bergulir di Sukabumi
-
Korupsi Mengintai? Koperasi Merah Putih Diragukan dalam Proyek 3 Juta Rumah, Ini Alasannya!
-
5 Warna Cat Terlarang Menurut Feng Shui, Bisa Menimbulkan Sulit Tidur Hingga Depresi
-
Habib Rizieq Kritik Keras Dedi Mulyadi soal Penggantian Nama RSUD Al Ihsan: Ada Urusan Apa?
-
Koperasi Merah Putih akan Dilibatkan Program 3 Juta Rumah, Budi Arie Jawab Begini
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026 dengan Kuota Terbanyak, Aman Buat War Tiket!
-
Kampung Ramadan Wedomartani, DRW Skincare Hadirkan Berbagi dan Pemberdayaan UMKM
-
6 Sepatu Sandal Unisex Paling Nyaman dan Stylish untuk Acara Ramadan
-
Jadwal Pengisi Ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM, Akhir Pekan Ada Menkeu Purbaya
-
THR Lebaran 2026 Karyawan Swasta Paling Lambat Tanggal Berapa? Simak Ketentuannya
-
Lengkap! Jadwal Menu Buka Puasa dan Sahur Gratis di Masjid Kampus UGM Selama Ramadan
-
Jejak Pendidikan Alex Noerdin: Pernah Ikut Program Harvard hingga Kena Kasus Korupsi
-
Parfum Siang vs Malam: Beda Waktu, Beda Aura, Beda Karakter Wangi
-
10 Link Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026 Terbaru Masih Buka, Buruan Daftar Kuota Terbatas
-
Promo Superindo Kue Kaleng Lebaran 2026, Diskon Gede-Gedean Harga Mulai Rp19 Ribuan