4. Sensitivitas Tinggi terhadap Penolakan
Karena kebutuhan mereka sering tidak dipenuhi, mereka menjadi sangat sensitif terhadap segala bentuk penolakan. Kritik kecil atau pengabaian ringan bisa terasa seperti pukulan emosional yang sangat menyakitkan.
Mereka bisa menjadi sangat waspada terhadap tanda-tanda bahwa orang lain mungkin akan meninggalkan mereka. Ketakutan ini membuat mereka sulit untuk membangun kepercayaan dalam sebuah hubungan.
5. Kesulitan Mengidentifikasi Perasaan
Ketika perasaan seorang anak terus-menerus diabaikan, mereka tidak belajar cara mengenali dan menamainya. Hingga dewasa, mereka mungkin kesulitan untuk memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan.
Mereka mungkin tahu bahwa mereka merasa tidak enak, tetapi tidak bisa mengidentifikasi apakah itu kesedihan, kemarahan, atau kekecewaan. Kondisi ini dikenal sebagai alexitimia, atau ketidakmampuan untuk menggambarkan emosi dengan kata-kata.
6. Rendahnya Rasa Percaya Diri
Rasa percaya diri yang rapuh seringkali menjadi dampak jangka panjang dari pengabaian emosional. Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka tidak cukup baik atau tidak berharga.
Perasaan ini dapat menghambat mereka dalam mencapai potensi penuh, baik dalam karir maupun hubungan pribadi. Mereka cenderung meremehkan kemampuan diri sendiri dan sulit menerima pujian tulus dari orang lain.
Baca Juga: 8 Warna Cat Tembok yang Baik untuk Kesehatan Mental, Bikin Hati Tenang dan Pikiran Rileks
7. Cenderung Menjadi People Pleaser
Untuk mendapatkan perhatian dan validasi yang tidak mereka peroleh, mereka sering kali menjadi people pleaser atau penyenang orang lain. Mereka belajar bahwa dengan memenuhi kebutuhan orang lain, mereka mungkin akan diterima.
Pola ini membuat mereka sering mengorbankan kebutuhan dan keinginan pribadi demi orang lain. Mereka merasa sulit untuk mengatakan tidak karena takut mengecewakan atau ditinggalkan.
Berita Terkait
-
8 Warna Cat Tembok yang Baik untuk Kesehatan Mental, Bikin Hati Tenang dan Pikiran Rileks
-
Mental Ease at Workplaces: Program Revolusioner Atasi Stigma Kesehatan Mental di Tempat Kerja
-
Wellness Tourism Naik Daun: Kok Bisa Keju Jadi Kunci Kesehatan Mental Saat Liburan?
-
Sering Terlupakan, Dampak Krisis Iklim Terhadap Kesehatan Mental Juga Perlu Diperhatikan
-
Pria dan Kesehatan Mental: Masculinity Trap hingga Stigma Lemahnya Iman
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
3 Cara Cari Promo Indomaret Terbaru agar Belanja Bulanan Makin Hemat
-
Kamar Kos Gerah? Ini 7 Rekomendasi AC Portable Hemat Listrik, Dinginnya Bikin Betah!
-
Daftar Harga Mesin Cuci 1 Tabung Samsung Bukaan Atas untuk Ibu Rumah Tangga Modern
-
5 Sepeda Lipat yang Kuat dan Aman untuk Orang Gemuk, Mampu Tahan Beban hingga 100 Kg
-
6 Sepeda Lipat Mirip Brompton: Jauh Lebih Murah, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Pilihan Sepatu Louis Vuitton Original, Mewah Berkelas Mirip Sitaan Bupati Tulungagung
-
7 Rekomendasi Merk Mesin Cuci Langsung Kering, Tanpa Jemur dan Setrika
-
Tak Sekadar Bank Sampah, Ini Kisah Kertabumi Beri Nyawa Kedua pada Limbah
-
Awal 2026 yang Kelam, Ini Deretan Kepala Daerah dan Pejabat yang Terjaring OTT KPK
-
7 Sepeda Lipat Harga Rp500 Ribuan, Rangka Kokoh Kuat Angkat Beban Ratusan Kg